Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Waspada! Rabies Mengganas di Ende
NTT NEWS

Waspada! Rabies Mengganas di Ende

By Redaksi27 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi anjing rabies
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende memberi peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kasus rabies. Bahkan kasus rabies sudah mulai mengganas.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Regina Ana Awa menjelaskan, maraknya penanganan kasus rabies yang terjadi di Maumere, Kabupaten Sikka berpeluang berdampak buruk di wilayah Kabupaten Ende.

Bahkan, ia menyebutkan tahun ini kasus menular rabies berpotensi meningkat dari tahun sebelumnya.

“Kita sudah mendapat laporan, kemarin itu bayi delapan bulan dan seorang siswi SMA. Anjing rabies juga gigit kambing, babi. Nah, ini kami melihat sudah mulai mengganas,” kata drh. Regina kepada Voxntt.com, Kamis siang (26/04/2018).

Ia mengatakan, rabies masih menjadi ancaman di Kabupaten Ende. Itu disebabkan pola pemeliharaan anjing yang longgar membuat wabah rabies sulit dikendalikan.

Seperti kasus yang terjadi di wilayah Paupire, Kecamatan Ende Tengah, hasil pemeriksaan laboratorium positif rabies.

Baca: Di Ende, Bayi 8 Bulan Digigit Anjing Rabies

Untuk itu ia berharap agar masyarakat dapat melaporkan dan rutin melakukan vaksinasi hewan.

“Kami mendapat laporan dan kami langsung turun ke lapangan untuk minta klarifikasi. Saat itu juga kami langsung gelar vaksinasi bersifat darurat untuk 30 ekor anjing dan satu ekor kera di wilayah Paupire,” katanya.

Regina juga membeberkan sejumlah kendala yang dialami di masyarakat saat kegiatan vaksinasi. Salah satu adalah komplain masyarakat yang tidak ingin hewan peliharaan divaksin.

“Yah, kendala itu pasti. Biasanya komplain masyarakat,” kata drh. Regina.

“Biasa setiap minggu kedua bulan Agustus hingga bulan November kita gelar vaksin secara umum. Yah, sampai ke desa. Kita berharap bisa memahami untuk menjaga wilayah bebas rabies,” ungkap dia.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleDinkes Ngada Gelar Kegiatan Lokakarya Mini
Next Article 11 Tahun di Malaysia, TKW Asal TTU Diperlakukan Tidak Manusiawi

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.