Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»GMNI Menduga Ada Konspirasi Besar di Balik Kisruh Guru THL di Matim
NTT NEWS

GMNI Menduga Ada Konspirasi Besar di Balik Kisruh Guru THL di Matim

By Redaksi8 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat GMNI menggelar aksi demonstrasi di kantor Dinas PK Matim (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menduga ada konspirasi besar di balik lambannya penanganan kisruh guru THL di Kabupaten Manggarai Timur.

Salah satu koordinator aksi demonstrasi GMNI Cabang Manggarai, Firman Jaya menduga persengkokolan tersebut terutama antara Bupati Matim Yosep Tote dan Kadis PK Frederika Soch.

“Bupati Matim Yosep Tote tidak kunjung menjalankan rekomendasi Komisi C DPRD. Sehingga patut diduga telah terjadi konspirasi besar antara Kadis Frederika dan Bupati Yosep Tote,” tegas Firman dalam orasinya saat aksi unjuk rasa di Borong, Selasa (08/05/2018).

Dalam orasinya pula Firman Jaya mengatakan, sampai dengan saat ini Bupati Tote tidak pernah menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi guru THL.

Dia bahkan menilai, kebijakan yang diambil Kadis PK Matim yang memecat dan tidak mengirim gaji ke rekening 23 orang guru THL merupakan keputusan yang sangat prematur.

“Apabila dalam waktu 3 kali 24 jam Bupati Matim tidak menindaklanjuti tuntutan pengunjuk rasa, kami akan mendudukan kembali kantor Bupati Manggarai Timur,” tegas Firman.

Kadis PK Matim, kata dia, seharusnya memberikan klarifikasi dan bukan langsung melakukan pemecatan dan tidak mengirim gaji ke rekening, hanya dengan alasan sakit hati kepada guru THL yang tidak mengikuti perintah pimpinan.

“Kami menilai bahwa Kadis PK bersama pemerintah sengaja membuat keputusan secara otoriter, sehingga membuat guru di Matim menjadi korban dari kebijakan yang sangat sepihak. Kadis P dan K Matim juga telah melanggar pasal 18A poin 2 tentang keuangan yang harus dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan UU,” tegasnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleGMNI Sebut Bupati Tote Tidak Pantas Jadi Pemimpin
Next Article Jembatan Kobakua Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.