Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Cuaca Ekstrim, Warga Paupire Ende Diseret Ombak
NTT NEWS

Cuaca Ekstrim, Warga Paupire Ende Diseret Ombak

By Redaksi13 Mei 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi gelombang laut
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Achmad Hasan (39), warga Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, NTT dikabarkan diseret gelombang laut di Bita Beach pada Minggu, (13/05/2018) pukul 13.00 Wita. Hingga pukul 19.00 Wita, korban Achmad belum ditemukan petugas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Albert Yani membenarkan bahwa korban belum ditemukan setelah dilakukan pencarian kurang lebih tiga jam. Proses pencarian oleh Tim SAR dan Tagana akhirnya diberhentikan karena cuaca masih kondisi ekstrim.

“Yah, korban belum ditemukan. Ada upaya pencarian tapi angin masih kencang dan ombak sangat dahsyat,” ucap Yani terpisah Minggu pukul 19.52 Wita.

Yani menjelaskan, peristiwa bermula korban Achmad bersama keluarganya sedang berekreasi di Bita Beach. Saat itu, korban bersama anaknya yang digendong hendak mencuci kaki di laut.

Peristiwa naas terjadi setelah korban memulangkan anak ke istrinya Afin. Setelah kembali ke laut, korban tiba-tiba diseret gelombang besar.

“Setelah istrinya menoleh ke laut, tiba-tiba suaminya hilang seketika. Ombak cukup besar saat itu,” jelas Yani.

Ia menjelaskan perkiraan tinggi gelombang kurang lebih 100 hingga 150 senti meter. Disertai dengan angin kencang yang hingga membuat proses pencarian di tunda.

“Ya, proses pencarian ditunda besok. Semoga cuaca kembali membaik,” katanya.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleLibas Tuan Rumah 2-1, Bijeli FC Juarai Turnamen King Miomafo Cup
Next Article Empat Pelaku Pencurian Ternak di Aesesa Tertangkap, Satu Masih Buronan Polisi

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.