Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»PSI Sebut Perekrutan THL di Matim Sarat Nepotisme
HEADLINE

PSI Sebut Perekrutan THL di Matim Sarat Nepotisme

By Redaksi25 Mei 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPD PSI Manggarai Timur , Pankrius Purnama (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Manggarai Timur (PSI Matim), Pankrius Purnama menyebut perekrutan tenaga harian lepas (THL) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sarat nepotisme.

Menurut Purnama, selama ini THL yang dipekerjakan di setiap OPD di Matim hampir pasti lahir dari proses manga ata onen (MAO) – ada orang dalam.

Para THL ini direkrut berdasarkan garis saudara, teman akrab, ada hubungan keluarga, dan lain-lain, bukan berdasarkan kemampuannya atau nepotisme.

Itu terutama ada hubungan kekekrabatan dengan kepala dinas, pejabat elite, dan anggota DPRD Matim.

Meskipun, lanjut dia, tidak semua dari para pejabat ini punya titipan THL di setiap OPD di lingkup Pemkab Matim.

Namun, Purnama sendiri sangat menyayangkan praktik nepotisme perekrutan THL tersebut.

“Kalau mau daerah ini maju, ya THL itu harus diuji kompetensinya sebelum bekerja. Jangan karena adik atau anak pejabat, masuk saja. Tidak menempatkan orang berdasarkan bidangnya,” ujar Purnama kepada VoxNtt.com di Sekretariat DPD PSI Matim, Jumat (25/05/2018).

Tudingan PSI Matim tersebut tentu saja memiliki alasan tersendiri. Menurut Purnama, ada orang tamatan kesehatan tetapi dipekerjakan sebagai THL di Dinas Kominfo Matim.

Ada pula sarjana pendidikan, tetapi direkrut menjadi THL di Dinas Pertanian.

“Pertanyaanya, apa yang dia buat di sana? Tentu dia bisa bekerja, tetapi kinerja pasti tidak maksimal. Inilah yang mengakibatkan daerah ini belum maju-maju. Tidak menempatkan orang pada tempatnya,” ujar Purnama.

Dia menambahkan, selama ini Kadis di Matim terkesan seperti “bupati kecil”. Artinya, Kadis seenaknya mengangkat dan memberhentikan THL tanpa mempertimbangkan kompetensi dan kinerja.

“THL juga bekerja asal bapa senang (ABS),” tegasnya.

Atas persoalan tersebut, ke depan PSI Matim menginginkan agar proses perekrutan THL  harus sesuai kebutuhan daerah.

Purnama menegaskan, Pemkab Matim harus membuka proses pelelangan THL melalui uji kompetensi.

Sehingga THL yang lolos  harus benar-benar telah teruji kemampuannya. Dengan begitu, THL tersebut pasti bisa bekerja dengan optimal untuk kemajuan Matim.

“Kita tahu bahwa begitu banyak putra-putri kita di Matim yang memiliki potensi. Melalui seleksi itu bisa memberi kesempatan bagi mereka semua untuk jadi THL. Selain itu juga dengan adanya seleksi tersebut tidak akan lagi praktik MAO (manga ata onen),” tandas Purnama.

Dia juga berharap, ke depan Pemkab Matim mesti mengevaluasi kinerja para THL yang sudah ada.

Hal itu dilakukan agar bisa mengetahui sejauhmana peran dan kontribusi mereka dalam memajukan pembangunan Kabupaten Matim.

“Jumlah mereka terlalu banyak dan cukup menguras APBD kita. Bayangkan data terakhir kita habiskan 70 miliar untuk upah para THL. Anggarannya besar, apa, seperti apa, dan sejauhmana kontribusi mereka untuk daerah ini. Kalau untuk gunting koran saja di kantor yah, pangkas saja. Terlebih yang berijasah paket itu. Masih banyak di luar sana para sarjana yang mampu untuk bekerja,” tegas Purnama.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi Pemkab Matim terkait tudingan PSI tersebut.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleKasus DAK 2006 di Dinas PK Ende, Geram Bocorkan Hasil Audit BPKP
Next Article Satu Jam Berkencan dengan Sunset di Robek Reok

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.