Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Tempat Timbangan Sapi di TTU Mubazir
Regional NTT

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Tempat Timbangan Sapi di TTU Mubazir

By Redaksi1 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat timbangan sapi milik Dinas Peternakan TTU di Desa Mauk'Abatan yang diduga dikerjakan asal jadi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Tempat timbangan sapi yang dibangun oleh Dinas Peternakan Kabupaten TTU di Desa Mauk’Abatan, Kecamatan Biboki Anleu hingga saat ini tidak bisa difungsikan atau mubazir.

Kuat dugaan tempat yang dibangun pada tahun anggaran 2017 lalu tersebut dikerjakan asal jadi.

Plat dasar dacing di tempat timbangan tersebut diduga kurang panjang. Pagar pembatas di bagian samping juga terlihat kurang tinggi, sehingga berbahaya apabila digunakan untuk menimbang sapi yang sudah dewasa.

“Tempat timbangan sapi di Mauk’Abatan itu sampai sekarang tidak bisa digunakan oleh masyarakat karena memang bentangan dasar dacing terlalu pendek dan juga pagar samping juga tidak tinggi, makanya sampai sekarang tidak digunakan. Ini kesannya kerja asal jadi,” ungkap Anggota DPRD TTU, Apolinaris Us Ajaran saat menemui VoxNtt.com di Kefamenanu, beberapa waktu lalu.

Apolinaris mengatakan, akibat mubazirnya tempat timbangan tersebut, masyarakat yang hendak menjual sapinya dengan cara ditimbang terpaksa harus membawa ke desa tetangga ataupun ke Kota Atambua ibu kota Kabupaten Belu.

Anggota Fraksi NasDem DPRD TTU tersebut berharap agar Dinas Peternakan segera memperbaiki pekerjaan tempat timbangan sapi, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Peternakan Kabupaten TTU belum berhasil dikonfirmasi.

Saat media ini mendatangi kantor Dinas Peternakan TTU pada Rabu, 30 Mei 2018, salah seorang staf mengatakan, kepala dinas tidak masuk kantor lantaran bekerja lembur, Selasa malam.

“Bapak tadi malam lembur, jadi ini pagi belum masuk, saya juga tidak bisa kasih nomor HP bapak Kadis kecuali beliau sendiri yang suruh kasih,” tutur Staf Dinas Peternakan TTU yang tidak sempat menyebutkan namanya tersebut.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleEmpat Pelaku Penculikan Putra Kundrat Mantolas Ditetapkan Sebagai Tersangka
Next Article Kongres Mahasiswa Adonara di Seluruh Indonesia Hasilkan Triasporasi

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.