Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI Kupang Galang Gerakan Seribu untuk Korban Gempa di NTB
MAHASISWA

PMKRI Kupang Galang Gerakan Seribu untuk Korban Gempa di NTB

By Redaksi31 Juli 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta aksi saat pose bersama usai penggalangan dana di epan Kantor Gubernur NTT, Selasa 31 Juli 2018 (Foto: Dok PMKRI Cabang Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius menggelar aksi penggalangan dana di Lampu Merah, depan Polda NTT dan Lampu Merah Eltari Kota Kupang, Selasa (31/7/2018) sekitar pukul 10:00 sampai 17:00 Wita.

Aksi itu sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) 29 Juli 2018 lalu.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,4 skala richter melanda daerah Lombok dan sekitarnya.

Akibatnya, ratusan orang mengalami luka berat ringan dan 16 orang meninggal dunia. Selain itu, ratusan rumah rusak berat dan ringan.

Bencana alam ini telah memanggil hati nurani aktivis PMKRI Cabang Kupang untuk turun ke beberapa titik lampu merah di Kota Kupang melakukan aksi gerakan seribu (geser).

Berbekal sarana megafon, pamflet dan kotak sumbangan, para aktivis mampu menarik perhatian para pengguna kendaraan roda dua dan empat. Rupiah demi rupiah pun secara sukarela dimasukan ke dalam kotak.

Koordinator aksi, Bernadino Antonius Deru menyampaikan terima kasih banyak kepada warga Kota Kupang yang secara sukarela memberikan sumbangan demi membantu korban gempa di Lombok, NTB.

“Saya berharap, aksi kemanusiaan seperti ini, dapat memberikan kesadaran kepada kita semua akan pentingnya budaya saling memberi kepada mereka yang sedang dalam situasi sulit,” ujarnya.

Vinsensia Sasmita yang juga peserta aksi mengaku bangga atas kepedulian warga kota Kupang terhadap korban gempa yang terjadi di Lombok.

“Aksi ini mengguggah hati saya sebagai bentuk rasa empati terhadap peristiwa gempa bumi yang menimpa masyarakat di lombok,” kata Cindy sapaan Vinsensia.

Presidium Gerakan kemasyarakatan (Germas) PMKRI Cabang Kupang, Emanuel Boli mengatakan, melihat pemberitaan terkait kondisi yang terjadi di Lombok NTB rekan-rekan PMKRI Cabang Kupang langsung merespon.

“Atas koordinasi dan arahan Pengurus Pusat PMKRI St. Thomas Aquinas, kami berhasil mengonsolidasi sekitar 15 orang anggota dan pengurus cabang untuk berpartisipasi aktif dalam aksi kemanusian untuk Lombok. Dan, puji Tuhan berjalan dengan baik,” ungkap Emanuel kepada VoxNtt.com, Selasa malam

Sementara itu, Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, Engelbertus Boli Tobin mengatakan, aksi gerakan seribu sebagai bentuk empati kader organisasi Katolik itu terhadap korban gempa yang terjadi di Lombok.

“Ini secara spontan kami lakukan gerakan seribu, sebagai bentuk nyata PMKRI Cabang Kupang untuk terlibat bersama rakyat dalam menjalankan amanah manunggal dengan umat dan terlibat dengan rakyat,” kata Engelbertus.

Selain itu, Engelbertus mengajak masyarakat khususnya di Kota Kupang agar dengan keikhlasan hati memberikan donasi terhadap sesama saudara yang mengalami korban bencana alam di Lombok.

Hasil dari aksi gerakan seribu ini, kata dia, akan ditransfer melalui rekening PMKRI Mataram dan selanjutnya akan diserahkan kepada para korban gempa yang membutuhkan.

“Kiranya gerakan seribu dari PMKRI Cabang Kupang ini dapat bermanfaat bagi para korban,” tutup Mahasiswa Unkris Kupang Itu.

Untuk diketahui, dalam tempo yang sesingkat itu hasil penggalangan dana yang diperoleh sebesar Rp 2. 044.000.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Adrianus Aba

Kota Kupang
Previous ArticleMaju Caleg DPRD Provinsi NTT, Wabup Nagekeo Mundur dari Jabatan
Next Article Draft RUU Masyarakat Adat Dikritik

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.