Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Habitat Burung di Indonesia Harus Dijaga
NASIONAL

Habitat Burung di Indonesia Harus Dijaga

By Redaksi13 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemotongan kue dalam rangka ulang tahun yang ke 16 keragaman Burung di Indonesia (Foto: Selo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT– Komunitas  burung Indonesia wilayah Flores di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat mengadakan kegiatan Bakti Sosial pada Sabtu, (11/08/2018).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merayakan hari ulang tahun keragaman burung di Indonesia yang ke 16.

Kegiatan ini dimulai pukul 06.00 Wita, dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan  organisasi masyarakat.

Kegiatan dimulai dengan bersih lingkungan di RT.08 dan RT.03 kampung Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Selain itu juga, ada kegiatan penanaman pohon, sosialisasi kesehatan, dan diskusi.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong, Kepala dinas BLH, dan Kepala Puskesmas Komodo.

Kegiatan ini dibuat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta mendeklarasikan RT.08 dan RT.03 sebagai RT model wilayah penjagaan dan ramah kepada burung.

Tiburtius Hani, Manager Pondok Kerja Manggarai Barat dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini juga dibuat karena lingkungan yang bersih juga menjadi tempat ternyaman buat tempat tinggal burung yang jumlahnya mencapai 1771  jenis di seluruh Indonesia.

Tiburtius menambahkan lingkungan bersih tidak hanya menciptakan lingkungan aman tetapi juga menjadikan lingkungan ramah untuk burung yang mau tinggal bersama kita.

Maria Geong, wakil bupati Manggarai Barat, mengatakan pemerintah sangat senang dan bangga dengan adanya kegiatan ini karena langsung menyentuh masyarakat.

“Kami sangat mendukung penuh”,ungkapnya.

Maria menegaskan sebagai model RT bersih dan ramah burung, lingkungan tersebut harus menjaga kelestarian burung yang ada di sekitar.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K

Manggarai Barat
Previous ArticleJaminan Perlindungan Hukum Pembela HAM
Next Article Video: Ninja Warrior Asal TTU Jatuh Saat Melewati Rintangan

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.