Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Warga Ranamasa Gotong Pasien Pakai Bambu
NTT NEWS

Warga Ranamasa Gotong Pasien Pakai Bambu

By Redaksi22 Agustus 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Ranamasa jalan kaki memikul hasil komoditi menuju jalan raya yang dilalui kendaraan (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Warga Kampung Ranamasa tak ikut merdeka, meski sudah 73 kali HUT RI dijalankan.

Betapa tidak, warga kampung yang terletak di Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT itu sudah puluhan tahun hidup terkungkung akibat tak ada jalur transportasi.

Dari tahun ke tahun, warga terpaksa harus menerima kenyataan dan terus menelan pil pahit dari keterisolasian wilayahnya.

Tragisnya, warga Ranamasa harus menggotong pasien dengan menggunakan bambu dan berjalan kaki sekitar 4 Kilometer menuju Puskesmas Weleng, Desa Nampar Tabang.

Sebelum memasuki jalan raya Benteng Jawa-Satar Teu, warga Ranamasa harus menyusuri jalan kecil di tengah hutan Negara Golo Munga selama kurang lebih 2 jam.

Medan jalan di tengah hutan pun cukup menantang. Banyak pendakian dan jurang yang cukup curam.

Sehingga saat menggotong pasien, mereka terpaksa harus hati-hati. Sebab jika tidak, maut semakin mendekati warga Ranamasa.

“Pengalaman pak, sudah beberapa kali ada orang sakit dari sini, kami gotong pakai kayu dan jalan kaki ke Puskesmas di Laci Weleng. Kami jalan kaki sejauh 4 kilometer. Kami bisa tembus dalam waktu dua jam,” ujar Yuven, warga Ranamasa kepada VoxNtt.com, Rabu (22/08/2018).

Baca Juga: Warga Ranamasa Ingin Merdeka dari Keterisolasian

Selain tidak jalan dan fasilitas kesehatan, Yuven juga mengaku hingga kini fasilitas pendidikan di SDN Ranamasa Mengge masih sangat memprihatinkan.

Di sana memang sudah ada sekolah yang didefinitifkan tahun 2015 lalu. Namun masih memakai gedung darurat.

Sekolah yang sudah hampir berusia 4 tahun itu belum memilki gedung permanen dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

“Yang ada hanya gedung darurat. Belum ada gedung permanen,” katanya.

“Air bersih sudah ada. Yang lain sama sekali tidak ada. Kami juga butuh listrik, jalan, dan sekolah. Kalau itu sudah ada, warga bisa rasa merdeka,” tambah Yuven.

Yuven pun meminta kepada Pemkab Manggarai Timur untuk memperhatikan kondisi Kampung Ranamasa.

Warga Ranamasa, kata dia, ingin seperti kampung lain di Manggarai Timur yang sudah menikmati hasil pembangunan selama Indonesia merdeka.

Plt. Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur Yosep Marto akhirnya merespon terkait kondisi Kampung Ranamasa yang tidak ada jalan raya dan kebutuhan dasar lainnya.

“Soal jalan, ada tidak di Musrembangdes. Lalu di Musrembangcam. Kalau di situ ada, pasti Musrembangkab pasti ada. Kalau ada pasti diperhatikan. Apalagi jarak 6 kilometer itu sangat jauh kalau jalan kaki,” ujarnya saat diwawancarai VoxNtt melalui telepon, Rabu pagi.

Marto pun mengarahkan VoxNtt.com agar menghubungi Kades Golo Munga Barat untuk mengkonfirmasi apakah ada atau tidak dalam Musrembangdes terkait jalan menuju Kampung Ranamasa.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleDesa Momol Raih Juara 1
Next Article Rumah di Tenda Ludes Terbakar

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.