Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Wisatawan Jatuh dan Meninggal Saat Hendak Berpose di Pinggir Bukit
NTT NEWS

Wisatawan Jatuh dan Meninggal Saat Hendak Berpose di Pinggir Bukit

By Redaksi28 Agustus 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Susiani saat diangkat dari jurang bukit cinta (Foto: Arton)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Berpose di pinggir jurang atau bukit terjal dengan latar pemandangan indah menjadi trend masyarakat zaman sekarang.

Namun, siapa sangka aksi nekat tersebut justru membawa petaka bagi Susiani Dewa Mailoa (54), warga Kenjeran, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur.

Saat mencari posisi untuk mengambil gambar, Susiani tergelincir dan jatuh ke jurang bukit cinta di Desa Beja, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Minggu (26/08/2018) sekitar pukul 10.00 WITA.

Nyawa Susiani tak dapat tertolong. Di sekujur tubuhnya tertoreh luka dan darah. Keluarga pun terpaksa menerima tragedi ini dengan duka yang mendalam.

Jenazah korban saat ditemukan (Foto: Arton)

Kapolres Ngada AKBP Firman Affandy, melalui pesan WhatsApp Senin (27/08/2018) pagi, menjelaskan, sekitar pukul 09.00 Wita, Susiani bersama anak dan Wilson Nugroho Harkhono (25) hendak berangkat menuju kampung Adat Bena didampingi seorang tour guide.

Namun sebelum berangkat, Leonardus Langga sebagai tour guide mengajak Susiani dan anaknya untuk pergi ke tempat wisata bukit cinta. Selain disuguhkan pemandangan indah, bukit tersebut demikian Leonardus, belum banyak diketahui orang.

Setelah sampai di Desa Beja tepatnya di Kampung Lenazia, Leonardus mengajak Emirensiana Ngora (36), warga kampung itu, untuk bersama mereka naik ke bukit cinta. Jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari kampung Lenazia.

Sampai di atas, korban dan anaknya menikmati pemandangan sambil berfoto-foto dan berjalan mengitari bukit tersebut.

Emirensiana Ngora sempat mengingatkan korban dan anaknya untuk tidak mengambil gambar di tepi jurang. Namun, Susiani tak menghiraukan larangan tersebut dan menjawab ‘aman saja’.

Mereka kemudian berjalan mengitari bukit. Lenoardus di posisi paling depan, disusul korban, anak korban dan Emirensiana dipaling belakang.

“Sesampainya di TKP korban tergelincir dan jatuh ke jurang. Pada saat korban tergelincir dan jatuh ke jurang, anak korban sempat berteriak ‘mama’. Pada saat itu juga Leonardus Langga menoleh kebelakang dan melihat korban sudah jatuh ke jurang,” jelas Kapolres Ngada, Firman Affandy.

Emirensiana Ngora tidak sempat melihat kejadian tersebut lantaran dirinya berjarak kurang lebih 20 meter dari posisi jatuhnya korban.

Sementara Leonardus Langga langsung bergegas mencari ke arah jatuhnya korban.

Korban akhirnya ditemukan di jurang dengan kedalaman 800 meter dari titik jatuh.

Mayat korban saat digotong masyarakat (Foto: Arton)

Kapolres Affandy menerangkan, setelah korban ditemukan, Emirensiana bergegas mencari bantuan warga Kampung Lenazia.

Kepolisian Resor Ngada yang mendengar kejadian itu juga langsung menuju TKP untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenasah RSUD Bajawa.

Senin (27/08/2018), jenazah korban diberangkatkan ke surabaya melalui bendara Turelelo Soa.

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Irvan K

Ngada
Previous ArticleAgar Jadi Pemimpin Tangguh, PMKRI Ruteng Gelar LKK
Next Article Berkas Klarifikasi Tiga Bacaleg PKB Manggarai Sudah Aman

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.