Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Ditantang DPRD Matim, Begini Respon Wabup Agas Andreas
Pendidikan NTT

Ditantang DPRD Matim, Begini Respon Wabup Agas Andreas

By Redaksi11 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Matim, Agas Andreas
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim) dari Partai Hanura, Frumensius Frederik Anam menantang Wakil Bupati Agas Andreas agas menyelesaikan masalah guru-guru Tenaga Harian Lepas (THL).

Sejumlah guru THL sebelumnya dipecat dan dipotong gaji sepihak oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Matum, Frederika Soch.

Anam menantang lantaran hingga kini Agas Andreas belum bersikap atas persoalan pemotongan gaji guru THL tersebut.

“Saya minta pendapat operasional Pa Wakil Bupati Andres Agas terhadap persoalan yang ada. Kira-kira bagaimana sudah jalan keluarnya,” ujar Mensi kepada VoxNtt.com usai Rapat Paripurna, Kamis (06/09/2018) lalu.

Menurut Mensi, sikap Agas penting diketahui mengingat ia sebentar lagi akan menjadi orang nomor satu di Kabupaten Matim.

“Sebentar lagi kan Bupati Tote mengundurkan diri. (Lalu) Pa Wakil pasti akan dilantik menjadi penjabat bupati. Tidak tunggu Maret lagi kan. Jadi, bagaimana cara penyelesaian ini,” tutur anggota DPRD dari Dapil Lamba Leda itu.

“Kami di DPR punya komitmen supaya tidak boleh lagi masalah ini liar dan pemerintah harus punya komitmen yang sama dengan kami. Supaya segera diselesaikan,” pinta Mensi.

Menanggapi desakan Anam, Wabup Matim Agas Andreas berjanji sesegera mungkin menyelesaikan kisruh insentif guru THL di kabupaten ujung timur Manggarai itu.

“Kalau boleh penyelesaiannnya tidak boleh bertele-tele dan harus segera bayar. September ini, gaji harus segera dibayar,” ujar Wabup Agas.

Dia juga meminta agar pemerintah berhenti bicara semrawut di media massa.

Sebab menurutnya, selama ini pemerintah tampak ramai bicara terkait persoalan guru THL tanpa kendali. Akibatnya, masalah menjadi liar, tidak bisa dikendalikan.

“Kalau boleh ke depan, harus ada SOP-nya. Jangan omong sembarang ke media. Omong apa, harus bagaimana, harus ada standar prosedurnya ke media. Pemerintah sebelum bicara kepada media, terlebih dahulu harus mengerti soal,” ujar Wabup Agas.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePemkab Nagekeo Dapat Jatah 237 PNSD dari Kemenpan-RB
Next Article Pinjaman dengan Bunga Ringan Segera Hadir di Labuan Bajo

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.