Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Doa Orang Gila (Puisi Tedy Ndarung)
Sastra

Doa Orang Gila (Puisi Tedy Ndarung)

By Redaksi2 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Tedy Ndarung

Doa Gila untuk Bibirmu

Aku tak ingin bibirmu meletus
saat gairah api memantik nyala di ujung akar yang berlumur darah

Aku tak ingin bibirmu padam
saat ketiadaanku menanam sepi di penghujung bibir yang makin tajam

Tak ingin ada amarah berjuntai di belahan bibirmu merekah
saat penantian panjangmu membuat harapan hampir pergi

Rangum merona bibirmu tebar pesona di alam pikiranku
jangan sekali-sekali pergi aku masih ada untukmu
***
Aku hanya ingin bibirmu ‘gila’
iya, aku ingin bibirmu ‘gila’
mengubah fakta menjadi imajinasi liar, itulah gila
selalu senyum meski kobaran api menyala di dada
karena aku pasti menunggu di depan kamarmu tepat tanggal itu
***
Aku hanya ingin bibirmu gila
tetap bersinar meski kerinduanku yang kunjung teori membuatnya padam
karena semua teori itu akan lenyap saat pintu kamarmu terbuka dan tubuhmu merebah
sehingga tatapan kita dalam kamar yang tampak montok mampu mengusir secangkir badai sampai mati
***
Aku ingin bibirmu gila
selalu tertawa meski duri mawar masih bergeming kaku di pembuluh darahmu dan tak pergi
karena aku pasti memetik beberapa sajak yang tertimpa licin dan hampir jatuh di tepi bibirmu
semua minyak yang lama pendam akan muntah menjadi gumpalan doa yang bermuara dari sebuah dosa, itulah cinta. Pun berujung suatu kenikmatan antara bibirku dan bibirmu beradu fisik.
***
Permainan bibirmu sangat lincah
membuat jantungku kaku berdetak
mungkin doa gila untuk bibirmu mendapat penghargaan di surga
namun, aku takut bibirmu terbaring tetap dalam doa malamku
nanti kau melumat tuntas ragaku hingga birahi pecah di tengah keinginan
***
Itu bukan berarti aku berhenti mendaraskan bibirmu dalam doa dan pulang
aku tak akan hilang dari duniamu sampai kantung-kantung bintang tak lagi bercahaya
tapi tolong, was waslah kegilaan bibirmu, sayang…

Maumere, 2016


Tedy Ndarung, lahir pada tanggal 27 september 1996, di Lambur – Manggarai barat. Teddos Ndarung adalah nama fb bagi yang ingin bersua dan mengenal penyair ini lebih dalam.

Previous ArticleBerstatus Terdakwa, Yohanis Goban Sudah Bisa Diberhentikan Sementara
Next Article Lomba Cerdas Cermat, Uji Wawasan Mahasiswa PGSD

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.