Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»BKD Manggarai Masih Investigasi Soal Mafia Stan Pasar Ruteng
Ekbis

BKD Manggarai Masih Investigasi Soal Mafia Stan Pasar Ruteng

By Redaksi16 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bagian Keuangan Daerah (BKD) Manggarai, Wili Ganggut (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Tim dari Bagian Keuangan Daerah (BKD) Manggarai masih melakukan investigasi terkait informasi adanya mafia monopoli dan jual beli stan di Pasar Inpres Ruteng.

Kepala BKD Manggarai, Wili Ganggut mengaku, sejumlah stafnya sudah melakukan verifikasi untuk mengecek kebenaran isu adanya mafia stan di pasar yang terletak di jantung Kota Ruteng itu.

“Seperti saya janjikan bahwa saya tidak mau memberikan data hanya dari pernyataan lisan saja, bahwa saya membeli dari ini, saya kontrak dari ini. Jadi saya butuh, supaya saya jangan diklaim oleh pengguna pasar. Saya minta supaya dibuatkan surat keterangan secara tertulis dari mereka semua yang membeli,” ujar Wili saat konfrensi pers di Kantor BKD Manggarai, Kamis, 13 September 2018 lalu.

Menurut dia, surat pernyataan tersebut perlu dibuat untuk mendapatkan data valid dan bisa dipertanggungjawabkan terkait praktik jual beli stan di Pasar Inpres Ruteng.

Dikatakan, investigasi yang dilakukan BKD Manggarai baru berupa wawancara dengan para pedagang.

“Jangan sampai ada orang klaim dengan kita bahwa dia tidak pernah diwawancara, apalagi kita tidak menggunakan foto,” katanya.

Baca Juga:

  • Nurani di Tengah Monopoli Stan Pasar Ruteng
  • Mafioso Pasar Ruteng Diduga Kroni Pemerintah
  • Harga Stan Pasar Ruteng Bervariasi
  • Verifikasi Mafia Pasar Ruteng Harus Transparan
  • Ahang Geram dengan Bupati Deno
  • Mafia Pasar Ruteng Sudah Lama Terjadi

Sebab itu, pihak Wili menginginkan agar ada surat keterangan tertulis bahwa benar pedagang membeli dan menjual stan.

Dia mengaku, investigasi tentang adanya praktik jual beli stan di Pasar Inpres Ruteng belum tuntas.

Hingga kini baru sekitar 70-an pedagang yang membuat surat pernyataan, sementara masih banyak yang belum.

“Saya minta tunggu sedikit, nanti saya informasikan,” tandasnya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleSimpasio Institut Adakan Kemah Literasi Sains Anak-anak
Next Article Formasmur Duga Yoseph Tote Korupsi Dana CSR PLTMH

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.