Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur NTT Bentak dan Tunjuk Anggota DPRD, Begini Kisahnya
NTT NEWS

Gubernur NTT Bentak dan Tunjuk Anggota DPRD, Begini Kisahnya

By Redaksi17 September 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB, Noviyanto Umbu Pati Lende saat memberikan keterangan pers di ruang Fraksi PKB NTT, Senin 17 September 2018 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat membentak anggota DPRD NTT Fraksi PKB, Noviyanto Umbu Pati Lende saat paripurna Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 di lantai II ruang rapat  DPRD NTT, Senin (17/9/2018).

Kejadian ini bermula saat Noviyanto menyampaikan interupsi untuk menanyakan empat poin terkait jalannya sidang paripurna.

“Pada jam 9 saya tanda tangan absen dan saya melihat jumlah anggota dewan yang hadir sudah memenuhi kuorum sekitar 40-an orang. Artinya sudah kuorum. Pertanyaan saya pada pion pertama itu mengapa kehadiran anggota dewan sudah memenuhi kuorum pada jam 9 tapi sidang belum dimulai, Itu pertama. Kedua, mengapa dokumen yang sudah ada di meja dewan ditarik kembali , mohon penjelasan pimpinan. Ketiga, sejak saya datang jam 9 itu saya melihat situasi yang tidak biasa terjadi di lembaga ini dimana ada pihak-pihak yang diluar sistem yang sibuk melakukan komunikasi, diskusi secara serius. Jadi, kejadian-kejadian itu yang saya ingin sampaikan,” tutur Noviyanto kepada VoxNtt.com usai sidang.

Dia menceritakan, saat menyampaikan poin ketiga, gubernur Laiskodat langsung merampas mike dan menunjuk ke arahnya. 

Beruntung, saat itu ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno berusaha melerai dan menenangkan emosi Gubernur.

“Saya belum sampaikan poin keempat gubernur langsung serang saya,” tutur Noviyanto.

Dia mengatakan, kejadian seperti itu sangat unik dan langka selama dirinya menjadi anggota DPRD NTT.

“Mestinya pertanyaan anggota dewan itu dijawab pimpinan rapat, karena yang sapaan awal saya, saya diminta jawaban pimpinan bukan gubernur. Lalu gubernur ambil mike langsung tunjuk saya. Saya pikir ini kejadian yang luar biasa,” tegas Noviyanto.

Noviyanto sendiri mengaku kecewa dengan kejadian itu. Tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD seperti dibungkam Gubernur NTT.

“Ini wakil rakyat, kami wakil rakyat. Saya sangat kecewa,” tutur Anggota DPRD NTT dari Dapil Sumba itu.

Dia menambahkan, dinamika dalam sidang paripurna itu hal biasa apalagi sekadar interupsi pimpinan sidang.

“Gubernur yang lalu, sebelum ini, menikmati untuk mendengar itu. Walaupun itu sakit, walaupun itu juga puji-pujian, mereka senang. Tapi tadi saya sangat kaget. Saya mendapat perlakuan yang tidak wajar dari seorang gubernur,” ungkapnya.

Dia berharap, kejadian seperti itu tidak terulang lagi demi menjaga marwah DPRD. 

Sementara itu, ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno kepada wartawan mengatakan, kejadian itu merupakan bagian dari dinamika dalam persidangan Dewan.

“ Itu hak anggota dewan untuk menyampaikan interupsi,” kata Anwar.

Anwar sendiri juga terkejut dengan aksi spontan gubernur NTT yang tak terduga itu.

“Saya spontan memegang tangan kiri gubernur untuk menenangkan beliau,” kata Anwar

Penulis : Tarsi Salmon

Editor : Irvan K

Previous ArticlePemkab TTU Usul Perubahan Formasi CPNS ke Kemenpan RB
Next Article Mahasiswa STFK Ledalero Diskusi Sastra dengan Ignas Kleden

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.