Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Malaka Ditemukan Tewas di Pinggir Pantai Jodoh Aimere
Regional NTT

Warga Malaka Ditemukan Tewas di Pinggir Pantai Jodoh Aimere

By Redaksi23 Oktober 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sosok mayat laki-laki yang temukan warga Aimere di pinggir Pantai Aimere (23/10/2018). Jenazah yang ditemukan itu adalah warga asal Kabupaten Malaka, Stanis Klau (33) asal kampung Tetedoen, Desa Raeulu, Kabupaten Malaka Pulau Timor NTT. (Foto: Dokumen Polres Ngada)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Warga Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, dikejutkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki di pinggir Pantai Aimere (23/10/2018).

Jenazah yang ditemukan itu adalah warga asal Kabupaten Malaka, Stanis Klau (33) asal kampung Tetedoen, Desa Raeulu, Kabupaten Malaka Pulau Timor NTT.

Hal itu dibenarkan Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandy yang dihubungi Voxntt.com, Selasa (23/10/2018).

Kapolres mengatakan, jenazah itu ditemukan dengan posisi telungkup dan mengenakan pakaian lengkap sekitar jam 05.30 Wita.

Kapolres menjelaskan berdasarkan keterangan dari tanta korban Yasinta Bete, (43), asal kampung Lurasik, kelurahan Boronubai, kecamatan Biboki Utara, kabupaten TTU, pada Senin, 22 Oktober 2018, ia berjalan bersama korban dari Mauponggo menuju Aimere menggunakan bis. Mereka mau menyeberang ke Kupang menggunakan kapal fery.

Dalam perjalanan korban memaksa untuk turun di jalan namun bisa ditenangkan Yasinta.

Sesampainya di Aimere sekitar pukul 16.00 wita, korban langsung pergi meninggalkan Yasinta tanpa tahu tujuannya.

Setelah itu Yasinta minta perlindungan di susteran Aimere karena tidak memiliki keluarga di Aimere.

Keesokan harinya Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 08.30 wita barulah ia mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia.

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Irvan K

Malaka Ngada
Previous ArticleDari Patahkan Kaki Mafia Hingga Ancaman Tendang Kepala Kadis Nakertrans
Next Article Pengamat: Keputusan Gubernur Berhentikan Kadis Nakertrans NTT Cacat Hukum

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.