Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pria 24 Tahun di Tengku Lawar Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
Regional NTT

Pria 24 Tahun di Tengku Lawar Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

By Redaksi7 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Perkosa (Foto: Bangka Pos)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- MM (24), pria asal Kampung Rawang Desa Tengku Lawar Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga mencabuli YS (10), anak yang masih di bawah umur.

Aksi bejat MM dikabarkan sudah dilaporkan Adrianus Sanggur yang juga berasal dari Kampung Rawang ke Polsubsektor Benteng Jawa pada Selasa, 6 November 2018 sekitar pukul 18.30 Wita.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, kasus pencabulan itu bermula ketika pada Minggu 4 November sekitar pukul 12.00 Wita, korban YS sedang tidur siang di rumahnya. Ia tidur bersama kakak kandungnya yang bernama Inosensius Kabus.

Saat keduanya tidur, pintu kamar dalam posisi tertutup. Namun, terduga pelaku MM tiba-tiba langsung membuka pintu kamar. MM lantas masuk ke dalam kamar dan tidur di samping korban YS.

MM kemudian memeluk dan mencium korban sambil menindih di atas perutnya.

Setelah itu MM mengambil tangan korban dan meletakan di kemaluannya. Ia lalu menyuruh korban YS untuk memegang kemaluannya sambil mengatakan “kau jangan teriak”.

Lantaran takut, korban YS lalu mencari alasan bahwa ia hendak kencing. YS memohon MM agar menunggu sebentar saja karena ia harus membuang air kencing terlebih dahulu.

Setelah dibiarkan MM, korban YS langsung menuju ke orangtuanya yang saat itu sedang berada di tempat acara adat.

Saat ia pergi, MM masih berada di dalam rumah tersebut.

Sesampai di tempat acara adat, YS langsung menceriterakan kejadian tersebut kepada kedua orangtuanya.

Kedua orangtua korban pun langsung mendatangi orangtua terduga pelaku untuk memberitahukan ulah anak mereka.

Setelah mendengar cerita tersebut, kedua orangtua terduga pelaku meminta maaf atas perbuatan anak kandungnya. Mereka meminta kepada kedua orangtua YS agar menyelesaikan masalah penyimpangan seksual ini secara adat Manggarai.

Dalam penyelesaian secara adat Manggarai tidak menemukan solusi. Itu karena orangtua terduga pelaku hanya bisa meminta maaf terhadap korban dengan membawa ayam satu ekor dan tuak (arak) satu botol.

Kedua orangtua YS tidak terima dan lebih memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Benteng Jawa.

Informasi yang dihimpun pula, terduga pelaku saat ini sudah melarikan diri dari Kampung Rawang.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePT PKGD, Pemegang HGU Lahan di Babau Keluhkan Sikap Pemkab Kupang
Next Article Oknum Camat di TTU Diduga Keluarkan Pernyataan yang Lecehkan Martabat DPRD

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.