Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pukul Siswa, Kepsek SMAN 1 Cibal Dipolisikan
Regional NTT

Pukul Siswa, Kepsek SMAN 1 Cibal Dipolisikan

By Redaksi7 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Kepala Sekolah SMAN 1 Cibal, Fransiskus Atap, dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah memukul siswanya sendiri.

Frans akhirnya harus berurusan dengan pihak Polsek Cibal di Pagal karena memukul muridnya, Putra Bangkit Sudu, pada 17 November lalu.

Usai dipukul Putra jatuh sakit hingga harus absen ke sekolah selama satu minggu usai kejadian.

Tak terima anaknya dipukul hingga sakit, Adrianus Sudu ayanda Putra akhirnya melaporkan Kepsek Frans ke pihak penegak hukum.

Adrianus yang dikonfirmasi wartawan via ponselnya, membenarkan dirinya telah melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polsek Cibal.

“Saya sesalkan,kenapa kok anak saya dipukul sampai mengeluarkan darah dari telinga. Ini bukan cara mendidik yang benar,” katanya.

“Saya minta agar polisi memproses kasus ini secara tuntas dan memberi hukuman kepada pelaku sesuai tindakannya,” tambah Adrianus.

Kapolsek Cibal, Iptu Dominikus Hima, mengatakan Kepsek Frans dilaporkan oleh orangtua korban atas penganiayaan terhadap murid sendiri. Korbannya, kata dia, yaitu Putra Bangkit Sudu siswa kelas II SMAN I Pagal,Cibal.

Domi menjelaskan, satu minggu setelah kejadian yaitu, pada 22 November baru orangtua korban melaporkan ke Polsek Cibal.

“Betul ada kasus penganiayaan yang dilakukan oknum kepala sekolah SMAN I Cibal. Kita masih dalami dengan memeriksa sejumlah saksi,” katanya kepada wartawa, Senin, (5/12/2016).

Menurut keterangan saksi pelaku, demikian Domi, ia memukul korban lantaran sering terlambat dan meninggalkan sekolah tanpa pesan. Bahkan sejumlah aturan dan tata tertib sering dia langgar.

“Pelaku sebagai kepala sekolah sudah ulang kali menegur tapi tidak digubris sehingga saat kejadian ditampar pipinya,” kata Domi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepsek Frans belum berhasil dikonfirmasi. (Ardy Abba/VoN)

Foto Feature: Illustrasi (Foto: suaradewata.com)

Manggarai
Previous ArticleTimnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2016
Next Article Ada Bisnis “Pikul Motor” di Kali Wae Musur Matim

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.