Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tembok Penahan Kapela Nagespaddhi Roboh
NTT NEWS

Tembok Penahan Kapela Nagespaddhi Roboh

By Redaksi21 November 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tanah longsor di Kapela Nagesapdhi sepanjang kurang lebih 30 meter dan sedalam 2 meter dan mengikis badan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter dan sedalam 0,5 meter terkikis (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Tembok penahan Kapela Nagesapadhi roboh akibat longsor setelah hujan deras mengguyur Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo pada Minggu 11 November 2018 malam yang lalu.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun kerusakan tembok Kapela Nagesapadhi mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Hal itu disampaikan Lurah Nagesapadhi Shita Khrisna Wijayanti saat ditemui VoxNtt.com di Kantor DPRD Nagekeo, Rabu (21/11/2018) pagi.

Shita mengatakan, akibat curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang pada Minggu, 11 November 2018 lalu, mengakibatkan tembok penahan Kapela Nagesapadhi ambruk.

Tanah mengalami longsor sepanjang kurang lebih 30 meter dan sedalam 2 meter. Badan jalan menuju Kapela Nagesapadhi sepanjang kurang lebih 20 meter dan sedalam 0,5 meter terkikis.

Shita menjelaskan, Kapela Nagesapdhi dibangun sejak Desember tahun 2014 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2016.

Dia mengharapkan, ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan pihak manapun untuk bisa membantu agar bisa kembali membangun tembok penahan tersebut.

Sebab apabila tidak segera dikerjakan, maka bangunan teras depan dan pintu Kapela Nagesapadhi yang telah dibangun, serta jalan akses mengalami kerusakan.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleAndreas Paru Pimpin Golkar Ngada
Next Article Pembangunan Rumah MBR di Desa Woedoa Hampir Rampung

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Camat Welak Prioritaskan Penanganan ODGJ

29 Juli 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Ribuan Umat Hadiri Puncak Pesta Emas Paroki Santo Antonius Padua Ri’i, Pastor Ajak Perbarui Komitmen Iman

28 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.