Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Antologi Puisi Fr. Anchys Mesu
Sastra

Antologi Puisi Fr. Anchys Mesu

By Redaksi16 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto diolah dari: Pixabay)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) PUISI-PUISI FR. ANCHYS MESU

Penulis sedang menjalani Tahun Orientasi Rohani ( TOR) Himo Tiong, Ritapiret

Subuh

/i/

Pagi masih terlalu bayi

Ketika saya bangun dan menyiapkan makanan untuk suami

Tentu dia lapar dan lelah

Kemarin pesanan dua belas meja

Susah payah ia selesaikan

Kalau sudah begitu

Saya hanya bisa mengulum senyum

Dan berusaha melipat lelahnya dengan seduhan kopi hangat

Kesukaannya

Hari ini tidurnya nyenyak. Sekali

Barangkali ia dihadiahi mimpi

Oleh siapa? Entahlah

Ketika ia bangun nanti, saya juga akan menghadiahinya

Roti bakar dan anggur segar

 

/ii/

Sekarang saya berada di dapur

Menyiapkan hadiah itu untuknya

Tak lama berselang, seseorang dengan jubah panjang

Menyelinap masuk lewat pintu belakang

Saya sedikit kaget dan takut

Kalau-kalau penyusup itu menunda saya

Menuntaskan janji yang sudah lahir

Tetapi ia justru berdiri di hadapan saya

Tatapannya ramah, seramah senyumnya

Ia mematahkan beberapa kata lantas menyambungnya

Suaranya dalam. Lautan

Tanpa saya perintahkan

Kedua bibir saya telah saling memagut dan melumat

Sungguh tidak sopan!

Satu kata kemudian terlempar keluar

“Terjadilah padaku menurut perkataanmu”

Rosa, 9 Oktober 2018

 

Sapaan Sebelum Tidur

Salam sayang

Untukmu gadisku

Ini, cicipi secangkir rindu yang masih hangat

Uapnya mengepul, mencari bening matamu

Jangan coba sembunyi

Salam damai

Bagi kalian para musuh

Asa lelah pada senjata-senjata kita

Sekarang waktu yang tepat untuk rehat

Salam Maria

Untuk kau yang setia berdiri

Dengan totus tuus di bawah kaki

Salam Maria

Hingga kemenyan dalam navikula

Menemu ajal dalam dupa

Tiga kali!

Amin

Rio, 9 Oktober 2018

 

Pada Ranjang

Rindu tersudut di bibir bantal

Ketika mimpi meliur dan membasahinya

Seusai mata terbuka, ia lenyap

Tak bersisa, kecuali bekas samar

Bulat-bulat kecil dan besar

Sepotong tanya di ekor

Apakah nyata ini mimpi?

(Tumben Maria bertanya)

Pagi, 9 Oktober 2018

 

Ujud

Terima kasih karena sudah…

Maafkanlah karena telah…

Hahahaha…

Basi!

Dasar sekumpulan kata tak berpengawet!

Sudahlah

Tak apa malam ini piring menempurung

Aku mau tidur

Dalam lapar yang merapal!

Sendiri, 9 Oktober 2018

Anchys Mesu
Previous ArticleDPRD Matim Apresiasi Inisiatif Petani di Desa Ruan
Next Article PMKRI Cium Aroma Kecurangan Dalam Seleksi KPU Mabar

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.