Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PT Wijaya Graha Prima Dapat Teguran dari Pemprov NTT
NTT NEWS

PT Wijaya Graha Prima Dapat Teguran dari Pemprov NTT

By Redaksi18 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto surat teguran dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- PT Wijaya Graha Prima mendapat teguran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.

Teguran tersebut setelah adanya pemberitaan media massa dan tinjauan lapangan dari  Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT.

Pasalnya, aktivitas penambangan galian C oleh PT Wijaya Graha Prima di sungai Wae Dongkong, Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belum mengantongi izin.

Warga setempat pun mulai resah dengan kondisi sungai Wae Dongkong yang hingga kini memprihatinkan.

Selain mengeruk bebatuan di sungai Wae Dongkong, PT Wijaya Graha Prima juga mendirikan pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) di sekitarnya.

Dalam surat teguran bernomor: ESDM.540/233/2018 yang salinannya diterima VoxNtt.com, Selasa (18/12/2018), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT menyatakan, sejumlah poin penting yang wajib diperhatikan PT Wijaya Graha Prima.

Pertama, setiap badan usaha atau orang perorangan yang melakukan kegiatan pertambangan harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan usaha yang dilakukan pada Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Kedua, lokasi pengambilan material batu dan pasir oleh PT Wijaya Graha Prima di Kali Wae Dongkong, Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar belum memiliki IUP.

Ketiga, berdasar poin 1 dan 2 di atas, maka Direktur PT Wijaya Graha Prima segera menghentikan segala kegiatan pertambangan di lokasi tersebut sebelum mengantongi IUP.

Keempat, agar pada kesempatan pertama dapat berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT.

Untuk diketahui, surat teguran yang dibuat di Kupang pada 3 Desember 2018 tersebut ditujukan kepada Direktur PT Wijaya Graha Prima.

Surat ditandatangani oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT, Ir. Boni, M.Si.

 

Penulis: Ardy Abba

 

Baca Juga:

  • Ada Tambang Galian C Ilegal, DPRD Desak Pemkab Mabar Tinjau ke Lapangan
  • Tambang Galian C di Desa Pantar Mabar Diduga Ilegal
  • Dinilai Ilegal, Bupati Dula Hentikan Tambang Galian C Milik PT WGP
Kabupaten Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticlePemkab Nagekeo Dapat Bantuan Bus Sekolah dari Kemenhub
Next Article Pengendara Keluhkan Kondisi Jalan Binlaka-Oeltua Kabupaten Kupang

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.