Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemerintah Desa Siru Gelar Sosialisasi Bahaya Demam Berdarah
KESEHATAN

Pemerintah Desa Siru Gelar Sosialisasi Bahaya Demam Berdarah

By Redaksi15 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Siru bersama dr. Fransiskus Fiky Hindiarti bersama pemerintah kecamatan Lembor saat mensosialisasi bahaya DBD. (Foto: Humas Desa Siru).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Untuk mencegah masuknya demam berdarah, Pemerintah Desa Siru melakukan sosialisasi tentang bahaya demam berdarah, dan kesehatan lingkungan.

Melalui Press Release yang diterima VoxNtt.com dari Humas Desa Siru menerangkan, Kegiatan yang digelar hari ini, Selasa (15/01/2019) di Kantor Desa Siru, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat itu dihadiri dr. Fransiskus Fiky Hindianto sebagai pembicara.

Dalam sosialisasi itu, dr. Fransiskus menjelaskan secara gamblang tentang sebab akibat dari penyakit yang mengancam nyawa itu.

Peserta Sosiaisasi bahaya DBD di Desa Siru. (Foto: Humas Desa Siru).

Sang dokter yang bertugas di Puskesmas Wae Nakeng, Lembor tersebut menyampaikan, demam berdarah itu disebabkan oleh virus dengue.

Virus yang berbahaya ini disebarkan melalui perantara nyamuk aedes agepty.

Menurut dr. Fransiskus, untuk mencegah virus ini, perlu ada upaya memutus mata rantai perkembangan nyamuk aedes agepty.

Beberapa hal yang mesti dilakukan menurut dia adalah dengan menggalakkan gerakan tiga M plus. Tiga M plus itu di antaranya, menguras tempat penampungan air, menutup semua wadah penampungan air, mengubur semua barang bekas, plus menggunaka obat nyamuk.

Sementara itu, Pemerintah Desa Siru melalui Kepala Desa, Sumardi menyampaikan jika pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya demam berdarah.

“Yang kami lakukan adalah upaya pencegahan, masyarakat diberikan pengetahuan tentang bahaya demam berdarah, serta langkah apa yang dilakukan agar demam berdarah tidak masuk ke desa kami,” jelas Sumardi.

Sosialisasi ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pendidik, TNI, Polri, dari Kecamatan Lembor, dan perwakilan siswa/i MI, MTs, dan MA Jabal Nur Siru.

Penulis: Boni J

DBD Desa Siru Labuan Bajo
Previous ArticleKM Sangke Palangga Berhasil Dievakuasi
Next Article DPMD Matim Siap Telusuri Laporan Penyalahgunaan Dana Desa

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.