Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pastor Silvi: Alasan Penutupan Pulau Komodo Harus Jelas
Ekbis

Pastor Silvi: Alasan Penutupan Pulau Komodo Harus Jelas

By Redaksi24 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Binatang Komodo yang sudah menjadi tujuh keajaiban dunia (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Respon masyarakat terhadap rencana Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang menutup Pulau Komodo di kawasan TNK selama setahun terus mengalir.

Kali ini, respon datang dari RD. Silvi Mongko, Pastor Moderator Pariwisata dan Budaya Kevikepan Labuan Bajo.

Menurut Pastor Silvi, saat ini bukan soal wacana penutupan Pulau Komodo di TNK yang utama. Tetapi alasan di balik rencana penutupan itu mesti dijelaskan secara baik ke publik.

Alasan itu, kata dia, tentu saja sudah diawali dengan studi yang valid.

“Alasan penutupan kawasan TNK harus jelas, dan tentu sudah diawali dengan studi yang valid,” ujar Pastor Silvi saat ditemui VoxNtt.com, Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, wacana yang dikeluarkan oleh Gubernur NTT adalah bagian dari sederet pernyataan kontroversial. Padahal, kata dia, seorang pemimpin kurang arif, jika terlalu sering mengeluarkan pernyataan atau wacana kontroversial.

Pastor Silvi menuturkan wacana yang dikeluarkan Gubernur Laiskodat untuk menutup TNK walau untuk sementara waktu, harus didahului oleh suatu studi atau kajian ilmiah bahwa memang satwa Komodo sudah dalam ancaman kepunahan.

Lebih lanjut, Alumnus Lemhanas RI itu meminta agar Gubernur NTT sebelum mengeluarkan wacana harus memperhitungkan dampak sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Karena itu, kata dia, rencana penutupan Pulau Komodo di TNK harus melalui sebuah kajian yg mendalam dan komprehensif, dengan memperhitungkan semua aspek terkait pembangunan pariwisata.

Hingga saat ini, pantauan VoxNtt.com masih banyak elemen-elemen masyarakat dan pelaku pariwisata di Mabar yang terus menyerukan penolakan terhadap rencana Gubernur NTT yang bakal menutup Pulau Komodo di kawasan TNK.

Baca Juga:

  • Pelaku Pariwisata Tolak Keras Rencana Gubernur Laiskodat Tutup Pulau Komodo
  • HPI Mabar Tolak Rencana Gubernur NTT Tutup Pulau Komodo
  • Pariwisata Itu Kawan dan Bukan Musuh Konservasi

Menurut Gubernur NTT, rencana penutupan hanya akan dilakukan di Pulau Komodo. Hal ini akan terjadi ketika Pemerintah Pusat sudah menyetujui kerja sama pengelolaan kawasan wisata TNK dengan Pemerintah Provinsi NTT.

Gubernur NTT menilai, penutupan Pulau Komodo perlu dilakukan untuk tujuan pembenahan, terutama berkaitan dengan keberlangsungan hidup binatang Komodo.

 

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Komodo Manggarai Barat
Previous ArticleKadis Kesehatan Matim Imbau Warga Waspada DBD
Next Article Anak di Ruteng Diisukan Hilang dan Pelaku Minta Tebusan, Ini Kata Polisi

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.