Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»33 Kasus dan Satu Meninggal Akibat DBD di Puskesmas Tarus
KESEHATAN

33 Kasus dan Satu Meninggal Akibat DBD di Puskesmas Tarus

By Redaksi11 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
dr. Imelda Sutarmadji, Kepala Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. (Foto: Ronis Natom/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Sepanjang Januari hingga Februari 2019 terdapat 33 Kasus pasien dengan gejala Demam Berdarah yang dirawat di Puskesmas Tarus, jalan Timor Raya KM 13 Kabupaten Kupang.

Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Tarus, dr. Imelda Sutarmadji kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin 11 Februari 2019.

Ia juga menekankan, Kabupaten Kupang keseluruhan, soal DBD masih berstatus Waspada.

“Kabupaten Kupang masih waspada DBD, kalau Kota Kupang yang KLB,” ujarnya.

Dari 33 kasus itu, ia juga menambahkan, satu kasus mengakibatkan pasien meninggal dunia pada 10 Januari yang lalu.

“Satu meninggal, 10 januari kasusnya. Dan itu perempuan usia 7 (tujuh) tahun dari Kelurahan Noelbaki,” tambahnya.

Lanjut Dia, dari sejumlah kasus yang terjadi, Desa Penfui Timur menjadi desa yang paling rawan dengan gejala DBD. Sejumlah pasien yang dirawat paling banyak dari Desa Penfui Timur.

“Mungkin karena Kos-kosan dan mobiliasi masyarakat itu tinggi. Di sana juga berbatasan dengan Kota Kupang, makanya rawan DBD,” tegasnya.

Jaga kebersihan

Kapus Imelda juga menghimbau kepada masyarakat agar sadar akan kebersihan lingkungan. Ia meminta agar kepala Desa dan RT mencanangkan program Jumat Bersih untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kalau bisa tak hanya musim hujan. Harus perbiasakan dengan Jumat bersih. Rumput-rumput yang hidup dan sudah menutupi ruang di kiri-kanan rumah harus di potong dan dibersihkan,” imbuhnya.

Terlebih bagi penghuni kos-kosan, lanjutnya, jangan biarkan sampah menumpuk di sekitar kos-kosan. Harus mulai bangun kesadaran akan kebersihan.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

DBD Kabupaten Kupang Oelamasi Tarus
Previous ArticleMoratorium Pembangunan Kantor Pemerintahan, Bagaimana di Flotim?
Next Article SMPK St. Fransiskus Ruteng Belajar Berdemokrasi

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.