Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mahasiswa Lembata di Makassar Gelar Pentas Seni Tolak Pembangunan Awalolong
NTT NEWS

Mahasiswa Lembata di Makassar Gelar Pentas Seni Tolak Pembangunan Awalolong

By Redaksi28 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aksi penolakan masyarakat terkait pembangunan kolam renang apung dan pusat kuliner di Pulau Awalolong di Lembata belum lama ini (Foto: SL)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Ratusan Pelajar dan Mahasiswa asal Lembata yang tergabung dalam Front Mahasiswa Lembata Makassar Merakyat (Front Mata Merah) menggelar Pentas Seni di Wakop Ogi’e Sirua Kota Makassar, Senin (25/2/2019).

Kegiatan yang mengusung tema “Menolak Pembangunan Awalolong” itu melibatkan tiga organisasi asal Lembata di Makassar.

Ketiga organisasi daerah asal Lembata itu yakni, Himpunan Pelajar Mahasiswa Islam Kadang (HIPMIK), Himpunan Mahasiswa Asal Ile Ape (HIPMIA), Himpunan Pelajar Mahasiswa Lembata (HIPMALTA).

Koordinator Front Mata Mera Makassar, Manaf Abdul Hakim mengatakan, aksi penolakan itu setelah hasil kajian dan diskusi panjang.

Atas hasil diskusi, kata dia, akhirnya Front Mata Mera mengambil keputusan menolak pembangunan titian, kolam renang apung dan pusat kuliner, serta fasilitas lainnya di Pulau Siput/Awalolong.

Ia juga menyarankan kepada Pemda Lembata dan DPRD agar mengalihkan anggaran pembangunan di Awalolong untuk membangun Infrastruktur dasar.

Menurutnya, pembangunan proyek pariwisata di Pulau Siput/Awalolong dengan menggunakan anggaran 7,6 miliar adalah mubazir. Apalagi di tengah kondisi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air dan listrik masih banyak yang belum terjamah oleh pemerintah.

“Kami menilai pemerintah daerah (Pemda) Lembata salah memanfaatkan anggaran Negara karena di tengah kebutuhan masyarakat Lembata akan infrastruktur, Pemda melalui Bapak Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur malah membangun proyek pariwisata Awalolong yang tidak melalui proses administrasi yang benar dan abaikan kebutuhan infrastruktur rakyat Lembata, ” kata Abdul dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Selasa (26/2/2019) malam

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Islam Kedang, Abdul Basit dalam pesan solidaritasnya sebelum pentas seni itu mengatakan, pembangunan di Awalolong sarat akan dugaan penyalahgunaan anggaran Negara. Sebab anggaran telah digunakan hingga 80 persen, namun realisasinya belum terlihat.

“Anggaran sudah cair 80 persen sementara fisiknya belum kelihatan, bisa jadi penyalahgunaan anggaran,” ujarnya.

Ketua HIPMIA Lembata, Yeremias Payong Rona melalui pesan solidaritasnya atas perjuangan Front Mata Mera dalam menolak pembangunan di Awalolong juga mengungkapkan kecewaannya terhadap Pemda Lembata. Sebab melakukan pembangunan tanpa Amdal, tanpa konsultasi publik dan mengenyampingkan dimensi kultural masyarakat Lembata.

“Pembangunan di Awalolong itu tidak ada Amdal, tidak ada konsultasi publik, serta telah dengan sengaja membunuh sejarah dan budaya masyarakat Lembata yang sukunya berasal dari Awalolong,” tegasnya.

Sementara itu, penggagas berdirinya Himpunan Pelajar Mahasiswa Lembata Helmi Aji Saputra dalam pesan solidaritasnya mengatakan, pembangunan pariwisata di Awalolong secara sosial dapat menimbulkan potensi konflik horizontal di antara masyarakat Lembata.

“Pembangunan Awalolong dapat berpotensi menciptakan huru-hara di tengah-tengah masyarakat karena adanya pro-kontra”, tegasnya.

Setelah pesan solidaritas, pentas seni pun dimulai dengan pembacaan puisi kritik terhadap pembangunan di Awalolong dari beberapa perwakilan Organisasi Daerah asal Lembata secara bergantian.

Pentas seni pun ditutup oleh penampilan live musik dari beberapa personel Lembata Hip-Hop Community (HLC) yang bernuansa kritik atas pembangunan di Awalolong.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

 

Awalolong makassar
Previous ArticleAda Tiga Lokasi Rawan Pelanggaran Pemilu di Ngada
Next Article Bahas LKPJ Bupati, DPRD Ende Bentuk Pansus

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.