Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Santri Walisanga Ende Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Hoaks
Pilkada

Santri Walisanga Ende Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Hoaks

By Redaksi13 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para santri Ponpes Walisanga Ende sedang menggelar deklarasi pemilu damai dan anti hoax di alun-alun Ponpes tersebut pada Rabu malam (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Walisanga Ende, NTT menggelar deklarasi pemilu damai di alun-alun Ponpes Walisanga, Kecamatan Ende Selatan, Rabu (13/03/2019) malam. 

Acara deklarasi yang digagas oleh Mabes Polri ini untuk mewujudkan perhelatan pesta demokrasi damai, aman dan sejuk.

Ada lima poin penting yang dibacakan oleh para santri dalam deklarasi tersebut. Pada intinya bahwa para santri bersiap turut serta dalam menjaga proses pemilu 7 April mendatang.

Kemudian, para santri juga menolak berita bohong atau hoaks, hate speech atau ujaran kebencian dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Selain itu, para santri menolak segala bentuk atau perilaku intoleransi dan anti pancasila serta mendukung aparat penegak hukum dalam menegakkan supermasi hukum di Indonesia.

Ustad Zamroni berharap agar para santri turut berpartisipasi mendukung proses pesta demokrasi yang damai dan aman.

Ia mengatakan bahwa pemilu merupakan bagian dari ibadah untuk mendapatkan pahala.

“Hasil dari pemilu akan hadirnya para pemimpin-pemimpin yang dapat memperhatikan kepentingan masyarakat umum. Nah, itu yang disebut pahala,” ujar dia dalam Tausiyah.

Ustad Zamroni juga mengajak para santri untuk tidak mempercayai informasi-informasi sesat jelang pemilu. Ia berharap para santri melakukan recheck atas informasi tersebut.

Selain itu, ia pun mengajak para santri untuk tidak mengikuti orang-orang yang berlaga provokator demi kepentingan sesaat.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSoal Kasus Pokir DPRD Nagekeo, Sekda Akan Diperiksa
Next Article Tahun Ini, Ada 17 SMP Yang Menerapkan UNBK di Mabar

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.