Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Dua Warga Ende Meninggal di Malaysia, Satunya Kena Setrum
Human Trafficking NTT

Dua Warga Ende Meninggal di Malaysia, Satunya Kena Setrum

By Redaksi9 April 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kabid BP2TKI pada Dinas Nakertrans Kabupaten Ende Yosefa Dewi menyebutkan, dua pekerja migran asal Kabupaten Ende meninggal di Malaysia pada awal April 2019.

Keduanya adalah Lambertus Rego (55), warga Desa Wologai 2 Kecamatan Ende dan Yusran Subang (22) warga Desa Nangamboa Kecamatan Nangapanda.

Dewi menjelaskan, Lambertus meninggal karena mengidap penyakit paru-paru. Jenazahnya telah dipulangkan ke Ende pada 5 April lalu.

“Pemulangan jenazah almarhum diurus oleh KBRI. Pemerintah mengurus dan proses serah terimanya di Maumere,” ucap Dewi terpisah, Selasa (09/04/2019) sore.

Kemudian, jenazah Yusran dipulangkan oleh keluarga. Yusran dikabarkan meninggal dunia karena tersengat arus listrik.

Dewi menyatakan, kedua pekerja migran tersebut diketahui tanpa dokumen resmi (ilegal).

“Kalau jenazah Yusran dipulangkan hari minggu kemarin tanggal tujuh. Dua-duanya memang tanpa dokumen,” ungkap Dewi.

Ia berharap, kejadian semacam ini menjadi perhatian seluruh masyarakat Kabupaten Ende dengan mengurus dokumen resmi.

Dewi kembali menegaskan agar masyarakat tidak berkeberatan dan merasa bosan mengurus sejumlah dokumen di Nakertrans jika ingin mencari pekerjaan di luar negeri.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Human Trafficking
Previous Article2 Unit Motor di Kefamenanu Diduga Hilang Digasak Maling
Next Article Sekali Lagi Tentang Golput

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.