Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»21 KK Jadi Korban Bencana Longsor di Necak
NTT NEWS

21 KK Jadi Korban Bencana Longsor di Necak

By Redaksi23 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi terkini genangan air sungai Wae Togong akibat tertimbun longsor di Bea Dolor Desa Compang Necak (Foto: Dok. BPBD Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban akibat bencana longsor di Bea Dolor, Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPMD) Matim, Antonius Dergong saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa (23/04/2019) sore.

“Akibat yang ditimbulkan sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) mengalami dampak dari bencana ini berupa kebun kemiri dan sawah,” ujarnya.

Kata Dergong, saat ini dirinya bersama tim sedang berada di Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lambaleda.

“Kami posisi di rumah dinas Camat Lamba Leda sekarang,” akunya.

Berdasarkan informasi dari petugas dari lokasi longsor, lanjut Dergong, mulai hari ini aliran air Wae Togong sudah jalan lagi karena bagian hilir dari kali itu sudah jebol/amblas.

Ia sudah mengimbau kepada masyarakat di bantaran sungai Wae Togong mulai dari desa Compang Necak, Golo Nimbung, Lencur dan desa Haju Wangi agar waspada.

“Kondisi belum aman karena di daerah longsor masih rawan akan terjadi longsor lagi terutama apabila terjadi hujan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, longsor hebat itu terjadi pada Rabu 17 April 2019 lalu.

Kepada VoxNtt.com, Jumat 04 April 2019 lalu, Dergong mengatakan, akibat longsor tersebut sungai Wae Togong tertutup timbunan tanah dan batu.

Air sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Lamba Leda dan Sambi Rampas tersebut tidak mengalir menuju laut Flores, bagian utara Matim.

Longsor mengakibatkan sungai Wae Togong mengalami kekeringan di wilayah Bawe, Desa Haju Wangi, karena material longsoran ini menumpuk di sungai Wae Togong.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Bencana NTT BPBD Matim Longsor Necak
Previous ArticleIndikasi Kecurangan, PMKRI Kupang Minta Masyarakat Kawal Perhitungan Suara
Next Article Dikabarkan akan Dilengser, Kapus Kisol: Saya Tidak Tahu

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.