Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dirut Dinonaktifkan, Formapp: BOP Juga Dibubarkan
HEADLINE

Dirut Dinonaktifkan, Formapp: BOP Juga Dibubarkan

By Redaksi17 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores, Shana Fatina dikabarkan dinonaktifkan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya.

Seperti yang diberitakan di sejumlah media, Shana dinonaktifkan terkait kontroversi wacana wisata halal.  Wacana itu disosialisasikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diinisiasi Dinas Pariwisata Manggarai Barat dengan fasilitasi Kemenpar dan BOP Labuan Bajo, pada 30 April lalu.

Penolakan atas wacana wisata halal antara lain datang dari Keuskupan Ruteng. Menurut Keuskupan Ruteng, pariwisata mesti berbasis pada budaya dan tradisi lokal, serta selaras dengan kelestarian alam dan keutuhan ciptaan (ekologi). Pariwisata kultural-ekologis inilah yang meneguhkan kebangsaan Indonesia dan memikat wisatawan dari seluruh nusantara dan mancanegara.

Menanggapi hal ini juru bicara Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp) Mabar, Rafael Todowela Taher mengungkapkan persoalan utamanya bukan soal Direktur Utama BOP, melainkan kehadiran BOP itu sendiri di Labuan Bajo.

“Kami tidak peduli, mau direktur utamanya dinonaktifkan itu terserah mereka. Intinya BOP tidak ada lagi di Labuan Bajo. Itu tuntutan kami,” tegas Rafael saat ditemui VoxNtt.com, Jumat (17/05/2019).

Menurut Rafael meskipun Shana telah dinonaktifkan, jika masih ada BOP di Labuan Bajo hal itu sama saja.

“Sekali lagi saya mau bilang substansinya bukan Shana tapi BOPnya,” ungkap Rafael.

Rafael juga menegaskan siapapun direktur utama yang mengantikan Shana, Formapp akan tetap menolak kehadiran BOP di Labuan Bajo.

“Kami akan tetap tolak siapapun yang menggantikan Shana,” pungkas Rafael.

Ia menambahkan, jika BOP tidak dibubarkan dari Labuan Bajo maka Formapp akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar.

“Perpres 32 tidak bisa diterapkan di Labuan Bajo. Kalau ini tidak segera dihapus, kami akan melakukan aksi besar-besaran,” tutup Rafael.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

BOP Labuan Bajo Wisata Halal
Previous ArticleJembatan Wakasa Aeramo Berpotensi Ambruk
Next Article Hak Karyawan PHK Belum Dibayar oleh Perusahaannya Bupati Belu

Related Posts

Lansia di Kupang Bertahan Hidup Bersama Anak 6 Tahun, Berharap Uluran Tangan

9 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Telan DAU 989 Juta, Proyek Lapen Lidang – Rambe Bermutu Buruk, Ada Dugaan Keterlibatan Kades

19 Desember 2025
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.