Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bocah 2 Tahun di Lamba Leda Matim Tewas Tenggelam di Laut
NTT NEWS

Bocah 2 Tahun di Lamba Leda Matim Tewas Tenggelam di Laut

By Redaksi19 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
AA, bocah berumur 2 tahun asal Kampung Ronting yang tewas tenggelam di laut
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-AA, bocah berumur 2 tahun asal Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tewas tenggelam di laut.

Kepada VoxNtt.com, Minggu (19/05/2019) pagi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lamba Leda Iptu Edi Sumirat mengatakan, peristiwa itu terjadi di laut tepatnya di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Sabtu (18/05/2019), sekitar pukul 13.00 Wita.

Iptu Edi menuturkan, pada hari Sabtu sekitar pukul 09.00 Wita ibu korban Jumiati (39) bersama Imam Ramdani (14) dan AA, berangkat dari rumah menuju Pantai Ronting dengan menggunakan sepeda motor.

Tujuan korban bersama ibu kandungnya pergi ke Pantai Ronting untuk menunggu sang ayah, Sugidi Yasin (40) yang pulang melaut.

Saat Jumiati tengah menunggu suaminya yang pulang, ia diduga tidak memperhatikan AA.

“Sehingga pada saat suaminya pulang dari melaut, Jumiati bersama suami sibuk mengurus ikan hasil tangkapan suaminya tanpa memperhatikan korban,” imbuhnya.

Lanjut Iptu Edi, pada saat kedua orangtua korban hendak pulang ke rumah, Jumiati tidak melihat AA. Jumiati pun menanyakan keberadaan AA kepada Imam.

Namun, Imam tidak mengetahui di mana adiknya itu. Mendengar jawaban Imam, Jumiati langsung bergegas mencari AA. Namun naas, AA ditemukan sudah terdampar di pantai.

Jumiati langsung menggedong AA  dan membawanya ke Puskesmas Dampek untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, setelah tiba di Puskesmas korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut Edi, kedua orangtua dan keluarga besar sudah menerima kematian korban sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergiannya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

 

Manggarai Timur
Previous ArticleTransaksi Bazar Murah Harkonas di Manggarai Capai 550 Juta
Next Article Puisi: Mencari Sajak yang Hilang

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.