Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Gerakan People Power Bisa Merusak Tatanan Kehidupan Masyarakat
Pilkada

Gerakan People Power Bisa Merusak Tatanan Kehidupan Masyarakat

By Redaksi20 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Ngada dari PAN, Helmut Waso
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Gerakan people power untuk menolak hasil Pemilu dinilai melanggar konstitusi dan bisa merusak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah aman.

Penilaian itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ngada NTT, Helmut Waso kepada wartawan, Sabtu (18/07/2019).

Menurut politisi PAN itu, dalam sebuah kompetisi yang demokratis lewat Pemilu harus ada yang kalah dan ada yang menang.

Dalam Negara demokrasi, lanjut Helmut, apabila ada kejanggalan atau pelanggaran hukum dalam proses Pemilu, maka ada tahapan-tahapan yang telah diatur Undang-undang.

Untuk hal ini, sudah ada Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang berwenang mengurus dugaan pelanggaran Pemilu.

Ia menegaskan, people power yang baru dilaksanakan saat proses Pemilu adalah sebuah kegiatan yang tidak mencerminkan sikap Negarawan.

Sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat Ngada tidak boleh terpengaruh dengan upaya yang merusak tatanan kehidupan masyarakat di kabupaten itu.

Helmut juga mengharapkan pihak berwajib untuk dapat menertibkan akun palsu dan berita hoaks yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.  Sebab jika tidak, maka dapat merusak demokrasi.

Ia menambahkan, proses Pemilu telah dilakukan secara baik, adil, jujur, dan transparan. Lembaga  KPU dan Bawaslu juga telah melaksanakan tugasnya saat Pemilu secara demokratis. Polri dan TNI pun sudah melaksanakan tugasnya secara adil dan independen.

Helmut mencontohkan,  di Kabupaten Ngada penyelenggara Pemilu dan pihak keamanan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Ia pun meminta agar lembaga penyelenggara Pemilu yang berintegritas tetap dipertahankan. Sebab, telah terbukti dari beberapa kali Pemilu yang dilaksanakan di Ngada.

Dalam kesempatan tersebut, Helmut juga menyinggung tentang Pilkada Ngada tidak lama lagi bakal dilaksanakan.

Ia mengharapkan masyarakat tenang dan tidak saling mencederai agar proses demokrasi ini bisa berjalan dengan baik.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

Ngada
Previous ArticleNasDem Mabar Sudah Siapkan Calon Bupati untuk Pilkada 2020
Next Article Bupati Nagekeo Minta Kades Harus Transparan Kelola Anggaran

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.