Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pekerjaan Listrik di Maurole Belum Rampung, PLN: Pekerja Sakit Malaria
Regional NTT

Pekerjaan Listrik di Maurole Belum Rampung, PLN: Pekerja Sakit Malaria

By Redaksi24 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Manager PLN area Flores Bagian Barat Firman Raharja memberi alasan atas protes warga Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Firman menyatakan, pekerjaan jaringan listrik di wilayah setempat belum dilanjutkan karena beberapa pekerja terserang malaria.

Selain itu, ada beberapa kendala lain yang masih bernegosiasi bersama masyarakat.

“Baik Pak, pekerjaan masih proses pak, beberapa kendala diantara terkait titik pengambilan, perijinan status hutan lindung dan seringnya pekerja sakit diantara malaria,” terang Firman saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (23/05/2019) malam.

Ia menuturkan, pihaknya akan segera melanjutkan pekerjaan itu apabila semua kendala teratasi.

“Kami juga upayakan empat trafo bisa menyala dulu ini pak,” ucap dia.

Firman melanjutkan, beberapa persoalan pelik lainnya pun masih terjadi di kalangan masyarakat. Namun, ia menepis atas persoalan itu setelah ditanya wartawan.

Untuk rasio di Kabupaten Ende, tutur dia, masih kurang 20 desa. Sedangkan beberapa desa misalnya Watumite, Boafeo, Kekasewa dan Nila belum menjadi target pemasangan sebab kondisi topografi ekstrem dan tidak ditunjang dengan infrastruktur jalan.

“Untuk lokasi-lokasi isolated tersebut kami bangun dengan PLTS komunal. Jadi, kita mohon bantuan Pemda Ende agar akses jaringan listrik dapat dinikmati masyakarat secara keseluruhan,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Watukamba Arkadius Aku Suka mengajukan protes ke PLN dan CV RIDE yang belum melanjutkan pekerjaan pemasangan jaring listrik di Desa Watukamba dan Desa Otogedu wilayah Kecamatan Maurole.

Protes Arkadius mengingat pekerjaan tersebut belum dilanjutkan sejak awal Tahun 2018.

Ia menanyakan itu agar secara bersama-sama mencari solusi sebab masyarakat setempat sangat membutuhkan listrik.

“Kita mau tanya, kenapa pekerjaan belum selesai. Padahal kita sangat membutuhkan. Ia, kita tanya, kenapa terjadi begitu,” kata mantan aktivis ini di kediamannya, Kamis (23/05/2019) pagi.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleKetua KPU Mabar Enggan Laporkan Petronela ke Polisi
Next Article Kebakaran Pustu di Cibal Barat Diduga Akibat Arus Pendek

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026

Yohanes Rumat Tanggapi Kritik atas Terpilihnya Kembali sebagai Ketua DPC PKB Manggarai Timur

18 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi RSU Undana Kupang Naik ke Tahap Penyidikan

18 Juni 2026

Ketika Pendidikan Anak Terancam, Di Mana Peran Keluarga?

16 Juni 2026

Dua Anggota Eks Polres Nagekeo Terseret Skandal, Satu DPO dan Satu Lolos lewat Restorative Justice

16 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.