Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Ketika Anak TK Tampil Fragmen Nenek Pikul Kayu, Orangtua Meledak Tertawa
Pendidikan NTT

Ketika Anak TK Tampil Fragmen Nenek Pikul Kayu, Orangtua Meledak Tertawa

By Redaksi15 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anak-anak TK Negeri Pembina Ende sedang menampilkan sebuah fragmen nenek pikul kayu saat acara lepas pisah 98 anak-anak TK (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Acara perpisahan anak-anak TK Negeri Pembina Ende diwarnai dengan berbagai acara lucu. Selain fashion show, bermain pianika, bernyanyi, puisi dan yang paling lucu ialah penampilan fragmen nenek pikul kayu.

Sebuah fragmen yang ditampilkan anak-anak TK Pembina sungguh memicu ratusan orangtua tertawa. Mereka tertawa karena ilustrasi tersebut layaknya sesuatu cerita yang benar-benar terjadi.

Evaniaris Mete Durnis, anak TK kelompok B1 berperan sebagai seorang nenek. Ia tampil sangat serius meski sebagian orang tua mulai kocok perut.

Mengenakan busana daerah Ende-Lio, Evaniaris mengawali penampilannya dari sisi kanan penonton. Ia membawa alat peraga berupa tongkat dan sebatang kayu yang dijunjung di kepalanya.

Dengan tubuh yang membongkok lantaran menjelajahi lintasan, Evaniaris berlaga layak seorang nenek yang sekembalinya dari kebun. Ia terus menjaga irama kakinya.

Pada pertengahan fragmen, datanglah seorang penolong yang diperankan Delsianti Minggu. Ia menawarkan diri untuk menolong si nenek itu.

“Nek, bolehkah saya membantumu,” sahut anak itu.

“Boleh nak,” jawab nenek dalam fragmen tersebut.

Melihat penampilan itu, para orang tua serentak tertawa. Mereka tertawa karena melihat ilustrasi tersebut dianggap sangat lucu dan seperti peristiwa nyata.

“Saya lucu dan kagum. Anak-anak seusia mereka bisa membawakan acara ini dengan baik. Seperti sesuatu yang nyata,”kata salah satu orang tua mereka.

Hieronima Emiliana Dhajo, Wali kelompok B1 mengatakan bahwa pesan fragmen tersebut agar anak-anak mampu mengenal sikap tolong menolong.

Menurutnya, sikap ini perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini sebagai motivasi sebelum beranjak ke bangku sekolah dasar.

“Ini cara kita sebagai guru untuk mengajarkan anak-anak. Ini sangat penting untuk mereka, dan dikemas sedikit komedi. Tapi dibalik itu ada pesan khusus,” tutur dia.

Kepala TK Negeri Pembina Marselina Albina Feni mengatakan, anak-anak pada umumnya memiliki bakat yang harus didorong sejak dini. Hal itu berdasarkan beberapa prestasi baik perlombaan maupun dalam proses belajar yang diraih selama belajar di TK Pembina Ende.

Ia berharap bakat-bakat tersebut terus diperhatikan termasuk oleh orangtua, masyarakat dan para guru saat di lembaga SD nanti.

“Jadi mereka punya bakat dan keterampilan. Kita harap 98 anak-anak yang dilepaspisahkan hari ini bisa diasah terus di lembaga sekolah dasar nanti,”ucap Albina.

Hal itu juga ditegaskan Ketua Komite TK Negeri Pembina Ende Yustinus Sani. Menurutnya, yang paling penting terhadap anak-anak ialah penguatan iman sesuai dengan kepercayaan.

Yustinus menambahkan, moral dan sikap saling tolong menolong harus dibina sejak dini, karena anak-anak ini akan terus berkembang untuk bangsa dan Negara.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende TK Negeri Pembina Ende
Previous ArticleSemarak ‘Pelepasan’ Anak TK Sta. Theresia Danga
Next Article Warga Poco: Kami Tidak Diboncengi oleh Siapapun

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.