Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Distan Nagekeo Sulap 1.035 Hektare Lahan Sawah di Mbay Jadi Kebun Jagung
Ekbis

Distan Nagekeo Sulap 1.035 Hektare Lahan Sawah di Mbay Jadi Kebun Jagung

By Redaksi18 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Pertanian Nagekeo, Wolfgang Lena
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pertanian (Distan) menyulap lahan sawah seluas 1.035 hektare di wilayah skunder 1 Mbay, Kecamatan Aesesa menjadi kebun jagung.

Hal tersebut ditandai dengan adanya penanaman jagung serentak di wilayah yang meliputi Kelurahan Danga, Lape, dan Desa Aeramo  itu, Senin (17/06/2019).

“Lahan fungsionalnya di skunder 1 ada 1.035 hektare. Yang siap ditanam jagung hari ini ada 850,36 hektare. Sisanya 149,64 hektare masih didorong lagi,” ujar Kepala Distan Wolfgang Lena yang ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin siang.

Dia menjelaskan, penanaman jagung itu dilakukan karena saat ini Mbay masuk dalam rana amanat penderita rakyat (Ampera).

Itu disebabkan karena produksivitas rata-rara hanya menghasilkan 3-4 ton padi. Sementara biaya produksivitasnya diperkirakan 10-12 juta per-hektare setiap musim tanam.

Dengan kondisi ini mendorong petani sawah tidak bergerak maju. Karena terlilit dalam kesulitan ekonomi.

Wolfgang mengatakan, produktivitas padi rendah disebabkan tanah sawah Mbay saat ini sudah rusak. Kondisi anaerob dan keasaman tinggi, sehingga pertumbuhan padi menjadi lemah.

Sebab itu, kata Wolfgang, jalan keluar mengatasi masalah ini adalah petani sawah Mbay harus dibangun budaya baru.

Budaya itu yakni pergantian tanaman atau rotasi tanaman padi-padi-jagung.

Program ini sudah diikat dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9 tahun 2019 tentang Pola Tanam, Kalender Tanam (Katam) dan Sanitasi.

Penanaman jagung serentak di wilayah skunder 1 Mbay, Senin (17/06/2019)

Dia menambahkan wujud atau implementasi Perbup itu adalah menanam jagung 1.000 hektare di skunder 1 .

Sedangkan di bulan Juni tahun 2020 nanti direncanakan 2.000 hektare atau 3.500 hektare di wilayah skunder 1, 2 dan 3.

Wolfgang menjelaskan, setidaknya ada empat gol yang hendak dicapai dari Perbup Nomor 9 tahun 2019 itu. Keempatnya, antara lain;

  1. Memperbaiki sifat tanah, fisik, biologis, dan kimia tanah.
  2. Memutuskan siklus hama peyakit. Sebab, jagung pembasmi hama dan penyakit terbaik, serta dahsyat mengalahkan seluruh pestisida kimia.
  3. Peningkatan produksivitas padi pada siklus berikutnya, bila pola rotasi tanaman telah dilaksanakan oleh petani sawah di Mbay.
  4. Peningkatan ekonomi rakyat. Sebab, menanam jagung dalam umur 3 bulan jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan padi.

Wolfgang melanjutkan, Pemda Nagekeo sudah menyiapkan pembeli untuk membeli hasil jagung warga. Pembeli yang sudah disiapkan Pemda tersebut mampu membeli 25 ribu ton jagung.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Distan Nagekeo
Previous ArticlePengelolaan Program Simantri di Cibal Dinilai Tidak Transparan
Next Article Rayakan HUT ke-16, Pemdes Usapinonot TTU Gelar Aneka Perlombaan

Related Posts

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.