Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Satar Cewe, Padang Berbentuk Kuali di Sambi Rampas Matim
Feature

Satar Cewe, Padang Berbentuk Kuali di Sambi Rampas Matim

By Redaksi19 Juni 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemandangan Satar Cewe dengan balutan rumput yang menguning di sore hari. Saat musim hujan perbukitan di daerah berubah menjadi hijau dan asri (Foto: Ignas/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Mentari yang menyemburkan cahaya keemasan masih enggan beranjak ke peraduannya.

Semburat cahayanya seolah ingin menyapa setiap insan yang ingin mencicipi kemolekan Satar Cewe, padang sabana mungil nan eskotis yang bertengger di jalur lintas Pota-Watunggong, Manggarai Timur.

Dalam dialek setempat, Satar berarti padang dan Cewe artinya kuali atau belanga. Disebut demikian karena padang yang menakjubkan ini berada di tengah hutan dan menyerupai kuali apabila dilihat dari kejauhan.

Topografi dan pemandangan eksotis menjadi keunikan Satar Cewe. Padang ini terdiri dari beberapa bukit kecil yang berjejer rapi dan rerumputan yang berwarna hijau pada musim hujan.

Rumput berwarna kuning keemasan menghiasai jalan di wilayah Satar Cewe

Pada musim kemarau, rerumputan berwarna kuning membaluti Satar Cewe dan menghiasi bukit-bukit di sekitarnya. Di atas bukit-bukit ini, para pengunjung dapat menikmati keindahan hutan yang berada di sekeliling kawasan ini.

Selain itu, pengunjung dapat melihat hamparan Laut Flores pada lepas utara pantai Pota. 

Pada sore hari setiap akhir pekan, masyarakat setempat maupun dari luar daerah biasanya menyambangi tempat ini untuk berswafoto di atas bukit-bukit kecil mirip dalam film Teletubies.

Hampir semua angel jepretan dipastikan indah dan puas.  Latar foto yang paling diburu pengunjung adalah saat semburat senja menyelinap di antara rerumputan.

Bukit-bukit indah di Satar Cewe dapat dijadikan lokasi untuk berfoto bagi pengunjung

Yulti, seorang pengunjung di Satar Cewe mengungkapkan kekagumannya pada tempat ini kepada VoxNtt.com pada Minggu (16/6/2019).

“Hening dan romantis tempatnya, kak. It’s amazing. Pokoknya instagramable banget, kak”, puji Yulti.

Tentang Satar Cewe

Satar Cewe berada di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur – Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk sampai ke sini, pengunjung dari luar daerah dapat menempuh perjalanan dari Borong melewati Bealaing menuju Watunggong selanjutnya ke Lengko Ajang dan Satar Cewe.

Dari Borong, jaraknya sekitar 120 KM dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Sedangkan pengunjung yang datang dari Ruteng bisa melewati Reo dan selanjutnya ke Kampung Baras dan Satar Cewe. Waktu tempu dari Ruteng menuju ke tempat ini sekitar 4,5 jam.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau jasa travel untuk bertamasya ke Satar Cewe. Wisatawan dapat menginap di homestay dan melepas dahaga di cafe yang berada di Pota, ibukota Kecamatan Sambi Rampas.

Selain pesona Satar Cewe, wisatawan dapat menikmati destinasi wisata lainnya di Kecamatan Sambi Rampas, khusus di wilayah pesisir utara.

Di sini ada Rana Tonjong, salah satu danau lotus raksasa terbesar di dunia. Teratai di danau ini akan mekar  pada periode April hingga Juni setiap tahun.

Danau Rana Tonjong (Foto: Ist)

Bunga teratai yang berwarna merah muda (pink) yang menghiasi permukaan danau akan membuat betah berada di tempat ini.

Selain itu, ada Pantai Watu Pajung dan Pantai Ranga Bibok yang menyajikan hamparan pasir putih. Wisatawan yang ingin menikmati panorama sunset, bisa mampir di tempat yang sangat mengagumkan ini.  

Penulis: Ignas Sara

Editor: Irvan K

Manggarai Timur
Previous ArticleMantan Kades Nanaet Diadukan ke Kejari Belu
Next Article Change’O: Permendagri 20/2018 Ringankan Tugas Kepala Desa

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.