Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sorotan»Ekspor Produk Unggulan, Ini Manfaat Jika Desa-desa di NTT Bentuk Jejaring Bisnis
Sorotan

Ekspor Produk Unggulan, Ini Manfaat Jika Desa-desa di NTT Bentuk Jejaring Bisnis

By Redaksi17 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Watu Pari, Yohanes B. Halimin (kiri) dan Direktur Change Operator, Arischy Hadur (Kanan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Desa-desa di Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumber daya alam (hasil bumi, potensi wisata), sumber daya manusia (kelompok pengrajin, kelompok terampil, dll), dan budaya yang melimpah.

Produk unggulan yang telah diekspor keluar negeri merupakan bukti potensi-potensi tersebut dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.

Sumber: BPS NTT

Kemajuan ini patut diapresiasi, sebab membangun jejaring bisnis internasional merupakan bukti nyata kontribusi desa membangun Indonesia.

Tercatat, dari 3.353 desa/kelurahan, ada 1031 yang memiliki produk unggulan. Jadi, ada 30,74 persen desa memiliki produk unggulan desa.

Dari 1031, cuma 55 desa yang berhasil melakukan ekspor produk unggulan.

Lalu, bagaimana dengan desa lainnya?

Arichy Hadur, direktur Change Operator mengakui produk unggulan desa (Prudes) di NTT menyimpan potensi yang masih tersamar, belum ditemukan, belum disadari sebagai unggulan, atau belum didesain sebagai produk unggulan.

Hal ini disebabkan masing-masing masyarakat desa berjalan dengan pola ekonominya sendiri-sendiri sehingga tidak terkonsolidasi. Salah satu alasannya adalah belum terciptanya sistem ekonomi yang terpadu di desa.

Dalam observasi Change Operator, lembaga yang fokus pada isu-isu seputar desa di NTT, mengungkapkan, masyarakat desa belum menyadari relasi kelembagaan ekonomi di desanya sebagai potensi.

“Masing-masing petani menjual hasil buminya keluar. Karena masing-masing, maka volume produk yang dijual relatif kecil, jadi masih jauh dari mimpi untuk mengekspor,” kata Hadur.

Menurut dia, pemaksimalan Prudes dapat dilakukan dengan baik melalui BUMDesa. BUMDesa dapat digunakan sebagai sentra ekonomi desa dan berperan sebagai simpul untuk lembaga-lembaga ekonomi lainnya yang ada di desa.

Dengan ini, BUMdes dapat berperan lebih dalam mengatur rantai nilai, memangkas jalur distribusi, dan meningkatkan daya tawar produk masyarakat desa.

Misalnya, ketika biasanya petani menjual hasil buminya sendiri-sendiri, diajak untuk mulai menjualnya dalam skala desa melalui BUMDes.

Keuntungannya adalah pemangkasan biaya distribusi/pengangkutan barang, meningkatkan daya tawar harga (karena dijual dalam gelondongan), dan konsistensi jumlah produksi (BUMDes mengatur volume barang keluar sesuai kebutuhan pasar dan selalu ada sepanjang tahun).

“Ini yang sedang didorong Change’O pada beberapa BUMDes untuk membuat unit usaha yang berelasi dengan usaha masyarakat. Jangan sampai BUMDes dan usaha masyarakat berjalan masing-masing,” kata Hadur.

BUMDes Payung Usaha

BUMDes juga mesti menjadi payung usaha dan Prudes menjadi material penyokongnya.

Dalam skala lebih luas, produk unggulan desa (Prudes), dapat dinaikkan eskalasi bisnisnya ke Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Data statistik di atas memang belum menjelaskan, apakah 1031 desa yang memiliki Prudes ini, sudah menerapkan konsep produk kawasan atau tidak.

“Yang pasti, kami menyarankan agar Pemerintah daerah dapat merespon potensi yang ada dengan membentuk sistem relasi antara BUMDes dan BUMD, serta terhadap lembaga ekonomi nasional dan bahkan jaringan internasional,” tutur Hadur.

Jaringan Bisnis Antardesa

Selain itu, lanjut Hadur, banyak Prudes di NTT yang berjenis sama jika merujuk data ekspor produk unggulan desa yang dirilis VoxNtt.com.

“Bagaimana jika desa-desa itu membentuk jejaring bisnis? Apakah selama ini sudah dilinkage? Di sini kita membutuhkan peran propinsi, dalam hal ini BUMD untuk dapat membaca peluang ini, dan mengambil peran moderasi bisnis Prudes, sehingga dpat mengatur keberpihakan dan profit yang besar untuk masyarakat. Toh jaringan pemasaran internasionalnya sudah ada di 55 desa. Ini bisa dimanfaatkan dengan me-linkage semua desa yang genre produknya sama, untuk dieksport dalam jumlah yang besar,” jelas Hadur.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk desa-desa yang sudah memiliki prudes, tetapi belum digenjot atau belum memiliki jejaring pasar yang menjanjikan.

Dengan jaringan ekonomi yang tersistem, demikian Hadur, NTT dapat menciptakan 1.031 desa ber-Prudes dan memiliki pasaran produk yang menjanjikan.

Langkah ini terus dilakukan sambil tetap mengampanyekan satu desa satu produk untuk memancing Prudes dari desa-desa lainnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Change'O Hilarian Arischi Hadur
Previous ArticleInspektorat Fokus Periksa Sejumlah Desa di Belu
Next Article Cakades Incumbent yang Terlilit Masalah Tidak Akan Diberi Rekomendasi

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.