Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Benny K Harman: Ayo ICW, Jangan Lesu Darah, Terus Monitor Pansel KPK
NASIONAL

Benny K Harman: Ayo ICW, Jangan Lesu Darah, Terus Monitor Pansel KPK

By Redaksi7 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benny K Harman (Foto: Detik.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Anggota DPR RI terpilih asal NTT, Benny K Harman mendukung masyarakat dan lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk terus mengawal seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan tersebut disampaikan Benny lewat akun Twitternya, Rabu (07/08/2019).

Benny dalam postingannya tersebut merespon pernyataan Hendardi, salah satu anggota Pansel capim KPK yang menyebut timnya bukan alat pemuas ICW.

“Pansel memang bukan alat pemuas ICW. Pansel mempertanggungjawabkan kerjanya kepada presiden, bukan kepada ICW atau koalisi ini itu,” ujar Hendardi seperti dilansir Tribunnews, Senin (6/8/2019).

Menanggapi pernyataan tersebut, Benny yang juga mantan ketua komisi III DPR RI ikut membenarkan. Namun ia menambahkan, Pansel capim KPK juga bukan alat pemuas kelompok tertentu apalagi menjadi alat perpanjangantangan rezim.

“Benar sekali kata Pak Hendardi, Pansel KPK bukan alat pemuas ICW dan semoga juga bukan alat pemuas kelompok tertentu yang aku duga ingin KPK ke depan hanya jadi pajangan rezim belaka,” cuit Benny.

Proses penyeleksian pimpinan lembaga antirasuah itu memang sedang diterpa isu tak sedap. Mulai dari dugaan penyusupan anggota Polri sampai pada isu alat untuk melanggengkan kekuasaan rezim.

Karenanya, ICW sebagai lembaga yang fokus pada isu-isu korupsi di Indonesia menilai kandidat capim KPK yang lolos seleksi psikologi tidak memuaskan publik.

“Pansel (capim KPK) sudah gagal memberikan kesan optimisme bagi publik untuk menghasilkan calon pimpinan KPK yang benar-benar berintegritas, profesional, dan independen,” ujar Kurnia Ramadhan dalam keterangan tertulis seperti dilansir Kompas.com, Senin (5/8/2019).

Menurut pantauan ICW ada dua penyebabnya. Pertama, nama-nama yang selama ini diduga memiliki catatan negatif di masa lalu, nyatanya diloloskan pansel.

Kedua, pansel juga meloloskan peserta seleksi berlatar belakang penyelenggara negara yang belum menyerahkan laporan kekayaannya ( LHKPN) yang terbaru ke KPK.

Untuk itulah Benny terus mendukung langkah ICW untuk mengontrol proses seleksi capim KPK.

“Ayo ICW, jangan lesu darah, terus monitor kerja Pansel ini!” tulisnya. (VoN).

Benny K Harman
Previous ArticleWujudkan Betun Kota Bersih, Dinas PUPR Malaka Benahi Drainase
Next Article Fraksi Demokrat NTT Tolak Penutupan dan Relokasi Penduduk Pulau Komodo

Related Posts

Pesta Babi yang Menakutkan?

16 Mei 2026

Agama di Era Post-Antroposen: Alarm dari Kota Ruteng

7 Mei 2026

Komisi III DPR RI Soroti Kekurangan Anggaran dan Sarpras saat Kunker ke NTT

23 April 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.