Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Profil Caleg»PSI NTT Tolak PIN DPRD Dari Emas, Ini Alasannya
Profil Caleg

PSI NTT Tolak PIN DPRD Dari Emas, Ini Alasannya

By Redaksi23 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPD PSI NTT sekaligus Anggota DPRD NTT terpilih, Christian Widodo. (Foto: Dok. Pribadi).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Christian Widodo menolak pengadaan PIN DPRD NTT yang terbuat dari emas.

Kepada VoxNtt.com saat dihubungi Jumat (22/08/2019) melalui WhatsAppnya mengatakan, PSI menolak karena PIN tersebut menelan anggaran yang sangat besar.

Anggota DPRD Provinsi NTT terpilih dari Dapil Kota Kupang itu juga menegaskan, masih ada yang lebih penting dari sekedar PIN. Karena itu dia menolak demi menghemat anggaran.

“Atas dasar menghemat anggaran, karena kebutuhan di tempat lain masih banyak yang lebih penting dari sekedar PIN,” tulis Chris.

PIN tersebut kata Chris harganya berkisar Rp 8–10 juta per buah.

Harga sebesar itu tegas Chris sama sekali tidak mempunyai korelasi terhadap kinerja DPRD.

Karena itu, kata dia, tidak penting PIN itu harus mewah. Bagi dia, yang paling penting ditunjukkan DPRD adalah kinerja bukan atribut yang menempel di badan.

“Saya merasa belum berprestasi tapi menggunakan PIN dari emas, sdgkan Kuningan atau tembaga saja sdh cukup di tengah keadaan masyarakat NTT skrg ini. Kalo (kalau) saya gunakan PIN terbuat dari EMAS tsb, spt mencederai hati masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Chris sudah ke Sekretariat Dewan Provinsi NTT  dan meminta agar dia dibuatkan PIN dari tembaga atau kuningan.

“Secara konkret Saya kemarinn sdh ke sekretariat Dewan dan coba meminta utk punya saya dibuatkan dari tembaga atau Kuningan saja, ” tuturnya.

Saat ditanya, Kalau seandainya 64 DPRD NTT atau semua Fraksi yang lain di DPRD tetap setuju dengan PIN tersebut. Chris mengatakan bahwa itu tergantung pilihan masing-masing. Tetapi bagi Chris sendiri, tidak akan menggunakan PIN dari emas tersebut.

“Kalo teman-teman lain saya tidak tau, itu pilihan masing-masing. Kalo saya memilih tidak menggunakan dan sudah saya coba komunikasikan untuk dibuatkan dari tembaga atau Kuningan,” jelas Chris.

Dia tekankan, yag paling penting bagi PSI adalah menggunakan amanah yang diberikan rakyat untuk semaksimal mungkin bekerja, melayani masyarakat. Dia pun mengaku, penolakan dia terhadap PIN itu bukkan untuk diperdebatkan.

“Tidak perlu diperdebatkan itu pilihan masing-masing,” tutup Chris.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Chris Widodo Christian Widodo Kota Kupang PSI NTTT
Previous Article2 Tahun Kepemimpinan Jeriko-Man di Kota Kupang, PKK Gelar Sosialisasi Bebas Narkoba
Next Article Tolak PIN Emas DPRD, Pengamat: PSI Telah Memberikan Pembelajaran Politik yang Baik

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jaksa Sebut Dalil Praperadilan Chris Liyanto Masuk Pokok Perkara

11 Februari 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.