Peserta menerima materi tentang dampak penggunaan narkoba oleh Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereria. (Foto: Ronis/Vox NTT).

Kupang, Vox NTT-Menyambut dua tahun kepemimpinan Jefri Riwu Kore (Jeriko) dan Herman Man, Kelompok Pemberdayaan Keluarga (PKK) Pokja I Kota Kupang menggelar sosialisasi bebas Narkoba dan HIV/AIDS.

Kegiatan yang bertajuk “Mengoptimalkan Peran Masyarakat Melalui Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba untuk Terwujudnya Kota Kupang Sehat dan Cerdas” ini digelar di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Kamis (22/08/2019).

Peserta dalam kegiatan ini yakni, senumlah siswa dan siswi SD dan SMP perwakilan se-Kota Kupang, pendamping PKK tingkat kelurahan hingga komunitas pendamping anak-anak.

Hadir mewakili Pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini Wakil Walikota, Herman Man. Hadir pula dalam acara pembukaan, Ketua Tim Penggerak PKK, Hilda Manafe.

Sementara narasumber dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala BNN Kota Kupang dan Kepala KPA Kota Kupang.

Ketua Pokja I PKK Kota Kupang, Balkis Soraya Tanof dalam sambutannya menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta yang adalah pelajar, dapat meningkatkan pengetahuan terutama perilaku melalui pola asuh.

“Banyak masalah sosial di Kupang salah satu trendnya Narkoba. Kota Kupang adalah transit segitiga emas. Oleh karena itu, PKK wajib menjaga pola asuh orangtua yang berimbas pada pergaulan anak-anak,” jelas Balkis.

Ia juga mengatakan, kegiatan sosialisasi meningkatkan kesejahteraan keluarga, melaksanakan program kerja Pokja I, membina keluarga serta mengoptimalkan pengetahuan masyarakat.

“Ini akan berdampak pada perubahan perilaku siswa terutama tentang HIV/AIDS dan narkoba. Peserta dalam kegiatan ini yakni pelajar SD dan SMP, kita ambil sampel dari sekolah yang Plural, juga ada Forum anak,” ungkap Dosen Sosiologi Undana itu.

Wakil Walikota Kupang, Herman Man sebelum membuka kegiatan menjelaskan, momentum tersebut, bersamaan dengan genap dua tahun kepemimpinan Jefri dan Herman.

“Saya bersyukur, kegiatan ini berpapasan dengan momet dua tahun saya dan Pak Jefri dilantik. Tepat 22 Agustus dua tahun lalu,” kata Herman.

Herman menjelaskan, salah satu probelm di Kota Kupang saat ini ialah semakin tingginya penyalahgunaan Narkoba.

“Dari tahun ke tahun bertambah. Ini akan menjadi bahaya bagi generasi muda. Saya mengapresiasi PKK yang sudah mencanangkan kegiatan ini. Harapannya, minimal siswa siswi sebagai perwakilan memiliki sikap untuk mencegah dan menghindari. Sikap untuk menolak godaan. Anak-anak harus memiliki benteng yang kuat. Harus punya karakter yang kuat. Pemerintah Kota punya mimpi bagaimana generasi muda ke depan. Generasi muda yang cerdas,” ujar Herman.

Sementara, Hilda Manafe, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang mengatakan, anak-anak yang turut hadir  harus memilih untuk menentukan massa depan.

“Jadilah anak yang berbakti kepada Tuhan. Supaya hari ini, anak-anak bisa jadi lebih baik ke depan. Jaga diri baik-baik dan selalu mawas diri,” kata Istri Walikota Kupang itu.

Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereira menjelaskan bahaya menggunakan narkoba. Pada saat itu, dia juga menjelaskan tentang jenis-jenis narkoba dan dampaknya ketika menggunakan narkoba.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

 

alterntif text