Ketua DPD PSI NTT sekaligus Anggota DPRD NTT terpilih, Christian Widodo. (Foto: Dok. Pribadi).

Kupang, Vox NTT-Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Christian Widodo menolak pengadaan PIN DPRD NTT yang terbuat dari emas.

Kepada VoxNtt.com saat dihubungi Jumat (22/08/2019) melalui WhatsAppnya mengatakan, PSI menolak karena PIN tersebut menelan anggaran yang sangat besar.

Anggota DPRD Provinsi NTT terpilih dari Dapil Kota Kupang itu juga menegaskan, masih ada yang lebih penting dari sekedar PIN. Karena itu dia menolak demi menghemat anggaran.

“Atas dasar menghemat anggaran, karena kebutuhan di tempat lain masih banyak yang lebih penting dari sekedar PIN,” tulis Chris.

PIN tersebut kata Chris harganya berkisar Rp 8–10 juta per buah.

Harga sebesar itu tegas Chris sama sekali tidak mempunyai korelasi terhadap kinerja DPRD.

Karena itu, kata dia, tidak penting PIN itu harus mewah. Bagi dia, yang paling penting ditunjukkan DPRD adalah kinerja bukan atribut yang menempel di badan.

“Saya merasa belum berprestasi tapi menggunakan PIN dari emas, sdgkan Kuningan atau tembaga saja sdh cukup di tengah keadaan masyarakat NTT skrg ini. Kalo (kalau) saya gunakan PIN terbuat dari EMAS tsb, spt mencederai hati masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Chris sudah ke Sekretariat Dewan Provinsi NTT  dan meminta agar dia dibuatkan PIN dari tembaga atau kuningan.

“Secara konkret Saya kemarinn sdh ke sekretariat Dewan dan coba meminta utk punya saya dibuatkan dari tembaga atau Kuningan saja, ” tuturnya.

Saat ditanya, Kalau seandainya 64 DPRD NTT atau semua Fraksi yang lain di DPRD tetap setuju dengan PIN tersebut. Chris mengatakan bahwa itu tergantung pilihan masing-masing. Tetapi bagi Chris sendiri, tidak akan menggunakan PIN dari emas tersebut.

Kalo teman-teman lain saya tidak tau, itu pilihan masing-masing. Kalo saya memilih tidak menggunakan dan sudah saya coba komunikasikan untuk dibuatkan dari tembaga atau Kuningan,” jelas Chris.

Dia tekankan, yag paling penting bagi PSI adalah menggunakan amanah yang diberikan rakyat untuk semaksimal mungkin bekerja, melayani masyarakat. Dia pun mengaku, penolakan dia terhadap PIN itu bukkan untuk diperdebatkan.

“Tidak perlu diperdebatkan itu pilihan masing-masing,” tutup Chris.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

alterntif text