Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Propinsi Bealaing-Mukun-Mbazang Dapat Jatah 13 Miliar
Regional NTT

Jalan Propinsi Bealaing-Mukun-Mbazang Dapat Jatah 13 Miliar

By Redaksi17 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Pemerintah Nusa Tenggara Timur, mengalokasikan anggaran 13 Miliar untuk perbaikan Jalan Propinsi yang ada di Manggarai Timur pada tahun 2017.

Anggota DPRD Propinsi NTT Yohanes Rumat yang dihubungi media ini melalui sambungan telepon Selasa (17/1) mengatakan ruas jalan provinsi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dari Bealaing- Mukun-Mbazang sepanjang 77 kilometer. Jalan yang baik sekitar tiga puluhan kilometer, dan selebihnya rusak parah.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT ini mengatakan pihaknya terus berjuang agar alokasi anggaran pembangunan jalan di Matim setiap tahun semakin naik.

Ia juga mengungkapkan beberapa bulan lalu gubernur bersama dinas terkait sudah melihat langsung kondisi jalan di lapangan dan jalan sangat parah sehingga secara bertahap melakukan perbaikan jalan.

Jalur tersebut kata Rumat merupakan jalur ekonomi dan kedepan harapan dana lebih besar lagi agar hotmix bisa tembus hingga keperbatasan Kabupaten Ngada.

Dia mengungkapan kondisi Jalan itu saat ini sudah tidak normal lagi. Apalagi di saat musim hujan seperti sekarang ini, kondisinya mirip dengan kubangan lumpur.

Sepanjang ruas jalan, hanya tampak onggokan bongkahan batu- batu cadas ynag sulit dilalui oleh kendaraan. Di beberapa titik, seperti di desa Teno Meze, kecamatan Elar selatan bahu jalan lebih tinggi dari kendaraan truk sehingga menyulitakan para sopir untuk menerobos.

Kondisi normal ruas jalan sepanjang 77 km itu waktu tempunya hanya membutuhkan 2 jam, tapi bisa mencapai 6 sampai 7 jam.

Jalan yang dibangun melalui Instruksi Presiden 1982 itu pernah diaspal tahun 1989 pada masa pemerintahan bupati Manggarai, Gaspar Ehok, yang kala itu belum ada pemekaran wilayah. (TN/VoN)

Foto Feature: Anggota DPRD Propinsi NTT Yohanes Rumat

Manggarai Timur
Previous ArticleBelum Ada Biaya Operasional, Tim Apraisal Sikka Belum Bekerja
Next Article Oilbaloi Temukan ‘Moko’ Alor Melalui Petunjuk Mimpi

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.