Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Panggung ‘Natas’ Dibangun, Kadis PUPR Matim: Kita Harus Mulai dari Lehong
Regional NTT

Panggung ‘Natas’ Dibangun, Kadis PUPR Matim: Kita Harus Mulai dari Lehong

By Redaksi6 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ritual peletakan batu pertama pembangunan panggung upacara (Natas) Lehong (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Panggung upacara Natas (halaman kampung) Lehong di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mulai dibangun, Kamis (05/09/2019).

Pantauan VoxNtt.com, pembangunan panggung itu ditandai dengan ritual peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Tu’a Golo (Tua Adat) Ara, Kelurahan Satar Peot.

Tampak hadir Bupati Matim Agas Andreas, Ketua DPRD sementara Yeremias Dupa, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Yosef Durahi, dan beberapa utusan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemkab Matim.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Matim Yosep Marto mengatakan, pembangunan Natas harus dimulai dari pusat pemerintahan kabupaten itu.

“Sebagai pemilik nilai-nilai kearifan lokal, maka gedung ini perlu dibangun dan dimulai dari Lehong,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan gedung itu didesain dengan konsep nilai kearifan lokal, yang juga bertujuan untuk melayani semua kegiatan-kegiatan OPD di Kabupaten Matim.

“Tujuannya melayani kegiatan, baik hari-hari besar, pentas budaya, apel kenegaraan dan kegiatan-kegiatan lain,” terang Marto.

Dia menerangkan, di dalam nomenklatur Daftar Pagu Anggaran (DPA) pembangunan gedung itu tetap disebut Natas.

Gedung itu tambah Marto, akan dibangun dua lantai. Di tahap pertama akan dibangun lantai satu senilai 1,4 miliar, tahun anggaran 2019.

Sedangkan untuk desain secara keseluruhan merupakan anggaran pembangunan tahap 2 tahun anggaran 2020 senilai 1,25 miliar.

Dia juga menambahkan, di gedung itu juga akan dibangun tangga-tangga raya dengan tujuan agar masyarakat bisa menikmati setiap pertunjukan atau festival yang akan digelar ke depan.

“Di bawah tangga tersebut ada ruang. Ruang itu juga fungsinya bisa digunakan untuk kegiatan pameran-pameran,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleRumah Hangus Terbakar, Warga Malaka Minta Bantuan Pemda
Next Article Diskusi Grup WA VoxNtt.com TTS: Jalan Provinsi Butuh Perhatian Serius DPRD

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.