Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»(Puisi-Puisi Sonny Kelen) Mengopikan Kopi
Sastra

(Puisi-Puisi Sonny Kelen) Mengopikan Kopi

By Redaksi7 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mengopikan Kopi

Di meja ada secangkir kopi

Kedinginan menginginkan cintamu keluar dari saku bajumu

Pada suatu pagi kopi menemukan dirimu

Di halaman koran langgananmu 

memeluk tiga keping waktu: masa lalu, masa sekarang dan masa depan

Katamu:

“Kopi tidak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya

dia hanya minta didengar dan diakui bahwa hitam tidak selamanya kotor

Dan pahit tidak selamanya menyakitkan”

Dengan tergesa aku meninggalkanmu

Pada hari terakhir sebelum kopi jadi hantu dalam diriku

                         Leworahang, 2019

Maria Magdala

Setelah mengecup bibirmu

Dan untuk pertama kalinya menyentuh buah dadamu

Tidak ada lagi kebisingan yang mengantarkanmu menuju malam

Hanya air mata sebagai pulang berbekal tobat ketika pertama kalinya

Dia menyapamu. “ Aku pun tidak menghukum engkau”

Dalam musim yang kemudian

Kau berhasil membunuh naga dalam dirimu

Ketika itu rindu tidak lagi dicari

Kau menjadi seorang perempuan

Kau menjadi Maria. 

Maria dari Magdala

                   Nenuk, 2019

Mimpi

Kantuk di mataku

Adalah tidurku yang mati

tanpa melihat dirimu cantik di mataku yang runcing

                       Nenuk, 2019

 

Oremus 

Tuhan

Di tasikMu berderu merdu

Memikatku pada matamu yang menjelma menjadi rindu

yang melahirkan candu. Pelan-pelan mencairkan kebekuan

yang tinggal diam di mataku

Biarlah aku menjadi tanah yang tabah bertahan menanti hujan

Meski tahu kering kerontang mampu memburuh tubuhku perlahan

Hingga tiba di kakiMu doaku syadu

Aku tidak bisa berpaling

                          Nenuk, 2019

 

Ngetehkan Kopi

Dalam setiap cangkir semoga ada kopi

Dalam setiap kopi semoga ada rindu

Dalam setiap rindu semoga ada syukur

Dalam setiap syukur semoga ada engkau

Dalam engkau semoga ada Tuhan yang senantiasa engkau

Ngetehkan KopiNya berkali-kali

                             Nenuk, 2019 

Catatan kata

Oremus: Marilah Berdoa

*Penulis sekarang Tinggal di Unit Gabriel Ledalero. Banyak tulisan yang dihasilkan penulis terinspirasi dari secangkir kopi

 

 

Sonny Kelen
Previous ArticleRumah Perempuan NTT Gelar Sosialisasi PMI
Next Article Dishub Mabar Segera Tertibkan Parkiran Liar di Labuan Bajo

Related Posts

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.