Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Soal DD, Kades Mbengan Matim: Kalau Masyarakat Tanya, Mari Kita Cek Bersama
VOX DESA

Soal DD, Kades Mbengan Matim: Kalau Masyarakat Tanya, Mari Kita Cek Bersama

By Redaksi12 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Mbengan, Yohanes Tobi. (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Yohanes Tobi mengaku bersikap terbuka terkait pengelolaan Dana Desa di wilayah itu.

Kades Tobi juga meminta masyarakat, untuk melakukan pengecekan apabila ada program yang terkesan “tertutup” di desa yang dipimpinnya.

“Jadi prinsipnya Dana Desa itu bersifat terbuka dan transparan. Kalau di desa saya ada masyarakat yang tanya, saya ajak mereka untuk mengecek administrasi dan bukti fisik secara bersama-sama,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Selasa (10/09/2019).

Diakuinya, selama menjabat sebagai Kades, beberapa warga sering memberikan kritik dan saran baik melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun secara langsung saat rapat resmi maupun dialog.

“Saya pikir itu wajar, pemerintah perlu dikontrol dan kalau kita jujur pasti tidak ada yang perlu ditakuti, kita justru siap menerima semua masukan itu. Sekali lagi prinsipnya adalah jujur dengan masyarakat,” ujar pria kelahiran, 4 Januari 1976 itu.

Pekerja rabat 375 meter dari SDI Nunur-Kampung Mbele. (Foto: Ist)

Dia menerangkan, sebagai pengelola harus terbuka dan transparan, mulai dari sistem pagu anggaran, proses pembangunan dan musyawarah BPD dan masyarakat.

“Dana Desa itu untuk masyarakat, kebetulan selama ini yang berkaitan dengan penggusuran tidak ada, maka saya pakai swakelola. Kita libatkan masyarakat,” ucapnya.

“Waktu pekerjaan rabat 375 meter  dari SDI Nunur-Kampung Mbele, saya libatkan warga sebanyan 218. Pencairannya sudah dan pekerjaan sudah selesai pada bulan Juli kemarin. Saya maksimalkan kaum-kaum perempuan,” tambah pria 46 tahun itu.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Desa Mbengan Manggarai Timur Matim
Previous ArticleTransportasi Online “Bonceng” Kini Hadir di Labuan Bajo
Next Article Ini Syarat Calon Kades di Matim

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.