Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Edi Endi Kritisi Tidak Adanya Pantai untuk Ruang Publik
NTT NEWS

Edi Endi Kritisi Tidak Adanya Pantai untuk Ruang Publik

By Redaksi24 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Mabar, Edistasius Endi (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Barat (DPRD Mabar) Edistasius Endi mengkritisi tidak adanya pantai yang digunakan publik sebagai tempat rekreasi di Labuan Bajo.

“Betapa susahnya rakyat menikmati keindahan pantai karena pemodal sudah mengkapling akses masuk, padahal secara aturan harus menyediakan akses untuk publik karena itu garis sepadan pantai,” ujar Edi saat rapat paripurna istimewa DPRD Mabar, pada acara pengucapan sumpah/janji pimpinan dewan masa jabatan 2019-2024, Senin (23/09/2019).

Edi menegaskan, rakyat Mabar tidak boleh menjadi penonton atau tamu di tanah tumpah darahnya sendiri.

Ketua DPD NasDem Mabar itu menambahkan, momentum pengambilan sumpah atau janji pimpinan DPRD bukanlah sesuatu yang luar biasa.

“Disebut luar biasa kalau kita semua mampu menjawab harapan-harapan masyarakat dan menjadi garda terdepan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Di antaranya, akses publik menuju wilayah-wilayah yang bersifat rekreatif,” tegasnya.

Edi menegaskan, ke depan DPRD Mabar akan mengevaluasi lagi Peraturan Daerah (Perda) yang sudah tidak sesuai lagi.

Apalagi kata dia, kalau ada Perda yang sudah ditetapkan, tapi tidak dilaksanakan oleh eksekutif. Contohnya Perda mengenai kepariwisataan.

“Karena isinya, di antaranya itu semua bangunan gedung, apakah itu swasta maupun pemerintah wajib harus bercirak khas Manggarai itu yang pertama,” ungkap Edi.

Yang kedua lanjut dia, soal garis sepadan pantai. Di Perda tentang kepariwisataan itu mutlak harus ditaati.

Namun yang terjadi saat ini garis sepadan pantai, baik amanat Perda maupun peraturan perundang-undangan sudah tidak diadakan.

“Berartikan ada yang salah, jangan-jangan itu berawal dari soal perizinan soal satu pintunya jendelanya banyak. Dari situ awalnya. Seharusnya kalau mau mengeluarkan izin kontrol dulu, lihat gambarnya. Terus setelah mengeluarkan izin, pemerintah harus memperhatikan atau mengawasi apakah bangun itu sesuai ketentuan atau tidak. Kalau tidak maka pemerintah harus menghentikan atau memberi teguran sampai dengan membongkar. Itu langkah pertama,” tegasnya.

Edi menjelaskan, untuk mencapai pembenahan Perda terutama menata garis sepadan pantai, 30 anggota DPRD Mabar harus berbenah diri.

“Untuk mencapai ke sana kami 30 DPRD harus berbenah diri. Tapi toh saya bilang kami tiga (pimpinan DPRD) orang hanyalah dirigen, sedangkan anggota itu mereka pemilik suara,” pungkas dia.

Edi berharap ke depan dengan berbenah diri DPRD dapat memperjuangkan hak rakyat Mabar.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

DPRD Mabar Edi Endi Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleSejarah Liurai Wehali-Malaka
Next Article Ketua DPRD Mabar Minta Pembangunan Marina Harus Taat Aturan

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.