Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»DPRD Manggarai Pertanyakan Dana Uji Kompetensi Eselon II-B
Regional NTT

DPRD Manggarai Pertanyakan Dana Uji Kompetensi Eselon II-B

By Redaksi20 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Dua anggota DPRD Manggarai, Ebert Gangut dan Boni Burhanus mempertanyakan realisasi dana ratusan juta rupiah dalam kegiatan uji kompetensi pejabat eselon II-B di kabupaten itu.

Meski uji kepatutan dan kelayakan tersebut sudah dijalankan beberapa waktu lalu, namun mereka mempertanyakan asas manfaatnya. Sebab penggunaan uang terkesan tidak transparan.

Ebert Ganggut mengaku, APBD II tahun 2016 sudah menggelontorkan sedikitnya Rp 230 juta untuk menunjang kegiatan uji kompetensi para pejabat  eselon II pada sejumlah SKPD lingkup Pemkab Manggarai.

Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk membayar sejumlah tim penguji independen yang didatangkan dari berbagai tempat oleh Pemkab Manggarai. Itu juga termasuk tim penguji dari kalangan akademisi.

“Kami nilai kegiatan tersebut tidak transparan, kenapa hasilnya ditutup-tutup, mestinya hasil ujian tersebut disampaikan kepada lembaga dewan apalagi sudah menggunakan dana APBD,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Senada dengan Ebert, anggota dewan lain Boni Burhanus mengatakan bupati dan ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Karir (Baperjakat) mestinya harus terbuka dengan masyarakat atas kegiatan tersebut.

Keterbukaan terutama hasil dari pelaksanaan uji kompetensi yang telah melibat sejumlah tim independen tersebut.

Politisi Partai Gerindera itu menegaskan, jika tidak diberitahu kepada masyarakat hasil uji kompetensi maka patut dipertanyakan asas transpransinya.

Menurut Boni, keterbukaan kepada publik penting dilakukan karena berkaitan dengan penempatan pejabat pimpinan SKPD.

“Jiika tidak terbuka kepada masyarakat maka kami bisa nilai ini kegiatan hanya menghamburkan anggaran,” katanya. (Ardy Abba/VoN)

Foto: Gedung DPRD Manggarai (Foto: Mikannews)

Manggarai
Previous ArticleDPRD Manggarai Temukan Sejumlah Proyek Tidak Berkualitas di Cibal
Next Article Pusam Indonesia Desak Polres Ende Segera Proses Sejumlah Kasus

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.