Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»SK Sudah Dibagikan, Guru Teko di TTU Tak Kunjung Terima Gaji
VOX GURU

SK Sudah Dibagikan, Guru Teko di TTU Tak Kunjung Terima Gaji

By Redaksi1 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- 1.433 orang guru yang berstatus tenaga kontrak (teko) daerah di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah menerima SK, pada Senin, 23 September 2019 lalu.

SK kontrak tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten TTU Yoseph Mokos di Bale Biinmafo.

Meski SK telah diserahkan, namun informasi yang dihimpun VoxNtt.com hingga saat ini Pemkab TTU belum membayarkan gaji para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Padahal saat pembagian SK tersebut, Bupati Raymundus Sau Fernandes telah memerintahkan Plt. Kadis Yoseph Mokos agar membayarkan gaji para guru teko tersebut selama 3 bulan.

Plt. Kadis PKO kabupaten TTU Yoseph Mokos saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui telepon, Senin (30/09/2019), mengaku hingga saat ini gaji 1.433 teko guru tersebut belum dibayarkan.

Hal itu, jelas Mokos, lantaran total teko guru yang harus direkrut sebanyak 1.712 orang.

Sehingga saat ini masih menunggu 200 guru teko yang belum memenuhi syarat untuk melengkapi kekurangan jam mengajar.

Selain itu, jelas Mokos, alokasi anggaran yang tertuang di dalam daftar penggunaan anggaran (DPA) tahun anggaran 2019 hanya untuk 525 guru teko.

Sehingga pihaknya masih melakukan konsultasi terkait ada tidaknya dampak hukum apabila anggaran yang tersedia dibagikan merata bagi 1.712 teko guru.

“Kalau memang secara hukum tidak bisa maka kita menanti pada APBD Perubahan baru kita alokasikan anggaran untuk bayar gaji teko guru,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Guru Teko TTU
Previous ArticleNasDem Belum Tetapkan Victor Madur untuk Maju di Pilkada Manggarai, Ini Alasannya
Next Article KIP NTT: Kebijakan Publik Harus Transparan 

Related Posts

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

Sempat Libur Akibat Polemik Gaji Guru, SMP Stanislaus Borong Kembali Gelar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026

Yayasan Sukma Respons Mogok Mengajar Guru SMA Pancasila Borong, Klaim Sudah Ada Kesepakatan Final

11 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.