Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Padi Berbintik Hitam, Sawah di Mbay Terancam Gagal Panen
NTT NEWS

Padi Berbintik Hitam, Sawah di Mbay Terancam Gagal Panen

By Redaksi23 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNtt.com-Puluhan hektare sawah di Mbay Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nageko, diserang hama walangsangit.

Kondisi tersebut membuat padi petani yang sementara berbunga berubah menjadi hitam dan diprediksi kuat akan gagal panen.

‎Ahmad warga Mbay I saat di temui VoxNtt.com, Senin (23/) di sawah miliknya mengatakan sawah mereka diserang hama wereng, walangsangit dan penyakit lainnya menyerang padi yang hendak panen.

Akibatnya biji padi berbintik kehitaman dan dipastikan musim tanam kali ini mengalami gagal panen

Menurut dia ditahun 2016 dan 2017 menjadi musim terburuk bagi petani di Mbay.

“Pada bulan lalu di tahun 2016 hasil panen padi hanya 30 persen dari perkiraan” tuturnya.

Menurut dia banyak petani di Mbay terlilit utang akibat hasil panen yang tidak menguntungkan.

“Sekarang banyak petani masih takut-takut mau tanam diserang hama lagi,” katanya.

Dijelaskan kerugian yang dialami petani bisa mencapai ratusan juta.

Hal senada di katakan Sius Tibo warga Towak. Sius mengatakan hama padi itu sejenis jamur yang hinggap didaun padi sulit untuk diberantas.

Baginya, musim tanam tahun ini cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kerusakan mecapai puluhan juta.

Dijelaskan penanaman padi sudah dilakukan seperti biasanya, termasuk pola pemupukan. Tanaman kelihatan subur, tapi bulir padi banyak yang tak berisi.

Dia mencontohkan, lahan seluas satu hektare biasanya menghasilkan 5-6 ton padi, tapi kali ini hanya 1 ton bahkan ada hanya 6 karung.

“Ada juga sawah petani lain yang sama sekali tidak panen” ungkapnya. (Arton/VoN).

Foto: Salah satu sawah yang luasnya sekitar satu hektare  di Mbay I, kelihatan subur, tapi bulir padinya banyak yang tak berisi. Gambar diambil Senin (23/1)

Nagekeo
Previous ArticleAC Milan Tak Berdaya Hadapi Napoli di San Siro
Next Article WTM Distribusi 90 Ekor Ayam untuk Kelompok Tani Desa Hale

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.