Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Traktor RPM Sudah Olah 2000 Hektare Lahan
Regional NTT

Traktor RPM Sudah Olah 2000 Hektare Lahan

By Redaksi1 November 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu lokasi balik tanah gratis oleh Pemda Malaka di Kecamatan Laen Manen. Tampak dalam gambar Camat Laen Manen, Blasius Berek saat memantau proses balik tanah oleh traktor RPM Malaka (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Traktor milik program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) hingga akhir Oktober 2019 sudah mengolah secara gratis sedikitnya 2.000 hektare lebih lahan petani.

Sesuai data laporan harian perkembangan balik lahan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka per Kamis, 31 Oktober 2019, total balik lahan telah mencapai angka 2.154,44 hektare.

Kepala Dinas TPHP Malaka Yustinus Nahak mengungkapkan, angka capaian balik tanah tersebut telah mendekati target yang dicanangkan tahun 2019 ini, yakni 2.500 hektare.

“Target kita tahun ini, balik lahan warga dengan traktor program RPM adalah 2.500 hektare. Sampai hari terakhir Oktober, luas lahan yang sudah di balik sudah mencapai 2.154 (hektare) sekian,” jelas Yustinus ketika dikonfirmasi VoxNtt.com di kantornya, Jumat (01/11/2019).

Mengacu pada hasil tersebut, Yustinus optimistis target 2.500 hektare bisa tercapai dan bahkan bisa terlampaui. Sebab, kata dia, biasanya musim penghujan baru tiba di akhir November hingga awal Desember.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka RPM Malaka
Previous ArticleProgres Pembangunan Patung di Teluk Gurita Sudah 65,3 Persen
Next Article STIPAS Ruteng Ikut Lomba Paduan Suara Tingkat Nasional

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.