Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»DPD RI Apresiasi Festival SMA dan SMK di NTT
Pendidikan NTT

DPD RI Apresiasi Festival SMA dan SMK di NTT

By Redaksi7 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPD RI, Hilda Manafe saat memberikan sambutan pada acara pembukaan festival SMA dan SMK se-NTT, di Kupang, Kamis, 7 November 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hilda Manafe mengapresiasi kegiatan festival Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta se-provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT itu dimulai hari ini tanggal 7 hingga 9 November 2019.

“Selamat datang kepada 30 sekolah SMA/SMK swasta di seluruh NTT yang hadir pada festival ini,” kata Hilda dalam sambutannya pada saat pembukaan Festival SMA/SMK swasta di NTT di Kupang, Kamis (07/11/2019).

Sebagai senator DPD yang baru yang ditugaskan di komisi pendidikan DPD RI, maka dirinya mengaku wajib untuk mengikuti pembukaan festival SMA dan SMK di NTT.

“Ini menjadi ruang belajar yang penting dan ruang aspirasi yang kemudian akan menjadi aspirasi kami di saat sidang-sidang DPD RI, ” ujarnya.

Ia menegaskan, masih ada diskriminasi atau ketidakadilan terhadap sekolah swasta dengan kebijakan pemerintah, baik pada tingkat kota, Provinsi maupun pusat.

“Sekurang – kurangnya ada 4 persoalan pokoknya,” ungkapnya.

Pertama, akses terhadap sarana dan prasarana sekolah.

Kedua, penataan terhadap bantuan untuk peningkatan-peningkatan sejahtera guru honorer.

Ketiga, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menguntungkan sekolah negeri.

Keempat, sangat kurang akses terhadap biaya PIP dan lain sebagainya.

“Mohon perhatian dari kita semua. Kita berjuang bersama. Karena pendidikan itu adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Pekerjaan rumah untuk membangun dan memperkuat pendidikan di NTT tambah dia, masih cukup banyak.

“Dan ini tidak mudah. Kita tidak bisa membiarkan sekolah Komite dan yayasan berjuang sendiri. Pemda kabupaten /kota dan provinsi tidak boleh bekerja sendiri. Kita harus bagi-bagi tugas sesuai kewenangan kita. Kita saling bersinergi, bergotong royong bersama,” pungkasnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleRayakan HUT ke-36, SMAN 2 Langke Rembong Gelar Pentas Seni
Next Article Proyek Sumur Air di Lingko Lolok Sempat Terhenti Karena Kendala Teknis

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.