Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»(Puisi) Kata-kata Adalah Senjata
Sastra

(Puisi) Kata-kata Adalah Senjata

By Redaksi17 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama

PELABUHAN TRISAKTI

Di pelapuhan Trisakti,

kesibukan serupa kuku waktu 

yang mencabik-cabik sepi. Para pendatang 

berlabuh dan menyadari bahwa kepergian 

akan selalu tinggal lebih lama ketimbang kepulangan.

2019

SAJAK MUSIM

Di halaman musim, hari yang cerah 

adalah tangkai-tangkai bunga sekaligus 

gugusan cahaya yang terapung dan gemetar.

 

Di beranda musim, doa-doa berlayar 

sebagai perahu yang melaju ke arah pangkal langit.

 

Di ruang musim, kehidupan tumbuh 

dengan sayap-sayap pagi yang menggigil 

dan luka kata yang memanggil.

2019

TENTANG KENANGAN 

untuk Muhamad Yunus

 

Malam yang resah. 

Kota seakan menanam bibit-bibit kesunyian. 

Semua kenangan tumbuh dan berbuah kesedihan 

di sepasang mataku.

2019

MENULIS

untuk Ruang Menulis Sastra PBSI ULM

 

Menulis adalah perburuan.

Kata-kata adalah senjata. 

Membaca adalah peluru.

Mari kita satukan!

2019

PAGI

Pagi ini matahari 

membakar kesunyian.

 

Suara-suara terbit sebagai kata-kata 

yang menolak untuk punah.

 

Tangan-tangan manusia tak berhenti untuk bekerja.

Langkah-langkahnya menjelma jejak waktu 

yang melantunkan senandung gemuruh 

di tubuh musim yang kian rapuh.

2019

*Tentang Penulis

Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan pada tanggal 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di sana. Puisi-puisinya termuat di beberapa antologi bersama. Bukunya yang terbit pada tahun 2019 ini berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude).

Alamat Lengkap: Jl. Kayu Tangi 1 Jalur 2 No. 77 Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Email: [email protected], Nomor Ponsel: 081513650233

 

Anugrah Gio Pratama
Previous ArticleReses Perdana, Beni Chandra Dukung RPM dan Bantu Penampung Air
Next Article AMPIG Gelar Pelatihan Barista Kopi

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.