Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Soal TKI, Pendeta Emmy: Kalau Gubernur Viktor Tidak Sanggup, Silakan Mundur
Human Trafficking NTT

Soal TKI, Pendeta Emmy: Kalau Gubernur Viktor Tidak Sanggup, Silakan Mundur

By Redaksi29 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pendeta Emmy Sahertian saat menjemput dua jenazah TKI di Kargo Bandara Eltari, Kamis (28/11/2019)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pendeta Emmy Sahertian geram dengan pernyataan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Gubernur Viktor sebagaimana dilansir Kompas.com, menyebut jika TKI tewas tinggal dikubur.

Emmy menegaskan, pernyataan Gubernur Viktor menunjukkan ketidakmampuannya untuk mengatasi persoalan human trafficking di NTT.

“Dia sudah putus asa, tidak tahu mau buat apa. Neu (baik sudah) yang sukses yang tewas tinggal kubur. Saya curiga Gubernur sudah putus asa dan tidak berdaya,” ujarnya di Kargo Bandara El Tari Kupang, Kamis (28/11/2019).

“Kalau dia anggap yang meninggal ini sisa dari masa lalu, lebih baik dia berhenti saja. Persoalan TKI yang meninggal itu bukan orang konyol. Mereka pergi karena terpaksa migrasi untuk kerja,” tambah Emmy.

Menurut dia, ruang politik untuk masyarakat  di NTT tidak ada. Semua sudah dibajak oleh koorporasi dan pengusaha.

Sejumlah aktivis peduli TKI dan BPCTKI NTT saat menjemput dua jenazah TKI di Kargo Bandara Eltari, Kamis (28/11/2019)

Migrasi yang paling diminati karena murah adalah melalui cara non prosedural. Sayangnya, itu adalah jalan kematian.

“Paling tidak dengan keberanian Gubernur Viktor di awal yakni perlindungan bagi warga itu adalah harapan. Ini bukan soal dia sendiri yang mau pergi makanya mereka ikut iming-iming untuk kerja. Ini soal lahan uang sudah tidak ada untuk meluapkan keterampilan mereka,” tambah dia.

Untuk diketahui, Kamis (28/11), sejumlah aktivis peduli perdagangan orang menjemput dua jenazah TKI di Kargo Bandara Eltari Kupang.

Dua jenazah itu yakni, Etmundus Seran  asal Malaka dan  Melkianus Filli asal Rote.

Dengan demikian, jumlah jenazah yang pulang berdasarkan data BPPCTKI sebanyak 108 selama tahun 2019.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Kabupaten Kupang
Previous ArticleBNN Kota Kupang Rehabilitasi 5 Orang Pemakai Narkoba
Next Article Prodi Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang Gelar Pameran Mini Produk Herbal

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.